Asing Net Sell di Sesi 1, tapi Saham Ini Malah Diborong
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan sesi I Selasa (20/1/2026). Data intraday foreign activity dari Indo Premier Sekuritas menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp3,4 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp3,6 triliun, sehingga terjadi net sell Rp207,5 miliar di pasar reguler.
Meski secara agregat masih net sell, sejumlah saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas justru menjadi incaran beli asing. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin daftar top foreign buy dengan nilai Rp97,0 miliar dari volume 25,1 juta saham.
Di posisi berikutnya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) diborong asing Rp72,8 miliar, disusul Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) senilai Rp55,6 miliar dan Aneka Tambang (ANTM) Rp49,4 miliar.
Selain itu, minat beli asing juga terlihat pada Petrosea (PTRO) Rp47,4 miliar, Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) Rp46 miliar, hingga Bank Mandiri (BMRI) Rp32,4 miliar.
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham batubara Bumi Resources (BUMI) dengan net foreign sell Rp563,3 miliar. Aksi distribusi asing juga membebani Barito Pacific (BRPT) Rp107,3 miliar serta saham perbankan Bank Central Asia (BBCA) Rp75,5 miliar.
Saham lain yang turut dilepas asing antara lain Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp43,9 miliar, Chandra Daya Investasi (CDIA) Rp26,3 miliar, Timah (TINS) Rp22,3 miliar, hingga Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Rp22,2 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi 1 naik 21,54 poin atau 0,24% ke level 9.155,41. Sebanyak 409 saham naik, 295 turun, dan 254 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,91 triliun, melibatkan 38,85 miliar saham dalam 2,26 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 16.613 triliun.
Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 5,87 triliun. Total nilai transaksi BUMI jauh dibandingkan dengan emiten-emiten lain.
Hingga jeda makan siang, BUMI tercatat naik 5,34% ke level 434. Harga saham BUMI kembali merangkak naik setelah ada transaksi nego senilai Rp 6,9 triliun pada perdagangan kemarin.
Mengutip Refinitiv, saham BUMI juga tercatat menjadi penggerak utama indeks. BUMI menyumbang 5,72 indeks poin.
Selain BUMI, saham Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE), Impack Pratama Industri (IMPC), Bukit Uluwatu Villa (BUVA), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mendorong IHSG bergerak ke atas. Masing-masing, secara berurutan menyumbang 5,11 indeks poin, 4,52 indeks poin, 3,76 indeks poin, dan 3,15 indeks poin.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]