Bos BI Ungkap Kebijakan Moneter Global 'Ketat', Ini Sebabnya

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 14:11 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tingginya gejolak perekonomian global membuat bank sentral di banyak negara mulai menaikkan suku bunganya. Hal ini dipaparkannya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026).

Dengan demikian, Perry melihat kebijakan moneter global mulai bergeser ke area 'ketat'.


"Respons kebijakan moneter global ketat. Bank sentral (global) menaikkan suku bunga," kata Perry, Rabu (20/5/2026).

Sejalan dengan ini, Perry melihat Fed Fund Rate diperkirakan tidak akan mengalami penurunan hingga akhir tahun. Bahkan Perry melihat ada kenaikan suku bunga The Fed ini pada 2027 seiring dengan inflasi AS yang tinggi.

Melansir Trading Economics, tren suku bunga acuan sejumlah negara masih menahan. Dari 19 negara dan kawasan yang terpantau, sebagian besar bank sentral belum mengubah suku bunganya dari periode sebelumnya.

Hanya Australia yang tercatat menaikkan suku bunga. Sementara itu, Singapura, Meksiko, Brasil, dan Rusia justru memangkas suku bunga.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mengejutkan! BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25%