Jurus Purbaya Tunjukkan Hasil, Investor Bawa Dolar AS ke RI

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 19:14 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut membantu menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melalui pasar obligasi.

"Rupiah gonjang ganjing pemerintah melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi kami sudah masuk Jumat Senin Selasa hari ini Rp1,3 triliun masuk," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (19/5/2026)


Ini mendorong penurunan yield obligasi di pasar sekunder, sekaligus membawa masuknya investasi asing ke dalam negeri. Purbaya mengecek setiap waktu besaran investasi yang masuk melalui operasi tersebut.

"Jadi sudah bisa mengembalikan investor asing ke kita, mungkin gak semuanya tapi yang jelas di tengah gonjang ganjing asing sudah masuk," jelasnya.

Pemerintah juga menerbitkan global bond atau surat utang global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Targetnya sebesar US$2-3 miliar. Menurut Purbaya, penerbitan ini akan menambah pasokan dolar AS di dalam negeri dan turut memperkuat nilai tukar rupiah.

"US$2-3miliar dolar itu tambahan supply dolar," kata Purbaya.

Purbaya mengatakan, melalui skema itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menguat dalam waktu dekat, karena adanya pasokan dolar yang besar di tanah air.

Bahkan ia memperingatkan kepada para pemegang dolar untuk segera menjualnya karena rupiah akan segera menguat. "Kalau anda pegang dolar sekarang ya jual ajalah," kata Purbaya.


(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, DPR Panggil Dewan Gubernur BI