LPS Targetkan Aset Tahun 2026 Naik Jadi Rp 303,5 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan kenaikan aset Rp 303,5 triliun di tahun 2026. Aset tersebut naik jika dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp 276,2 triliun. Angka tersebut berdasarkan laporan keuangan yang sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Posisi terakhir kami untuk 2025 asetnya Rp 276,2 triliun ini sudah dalam finalisasi audit BPK. Tahun 2026 kami menargetkan kenaikan aset Rp 303,5 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, Anggito juga menyebut proyeksi pendapatan premi tahun ini juga meningkat menjadi Rp 40,3 triliun dari pendapatan premi tahun 2025 yang sebesar Rp 37,6 triliun.
"Kami tidak menargetkan pendapatan, namun agar lebih kredibel, lebih sehat sehingga bisa mencapai 2,5% dari DPK dan bisa memberikan pendapatan non pajak kepada negara," ungkapnya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Didik Madiyono memastikan ke masyarakat bahwa menabung di bank adalah cara paling aman dalam menyimpan uang. Terlebih ada LPS yang siap menjamin dana nasabah di perbankan.
"Menabung di bank sudah aman di jamin LPS lagi," kata Didik dalam LPS Financial Festival, Rabu (6/8/2025).
Menurut Didik, LPS sendiri saat ini telah memiliki aset hingga Rp250 triliun. Dimana aset tersebut selalu bertambah setiap tahunnya Rp25-Rp30 triliun.
Dengan jumlah tersebut kata Didik, sistem keuangan di RI bisa dijaga dengan tetap aman dan terkendali.
"Tiap tahun bisa nambah Rp25-Rp30 triliun surplusnya aja segitu. Jadi target segitu sistem keuangan kita aman terkendali aset kita bertambah besar nasabah perbankan semakin yakin terhadap LPS," terangnya.
(fsd/fsd) Add
source on Google