Oil Sulit Balik ke US$60, Ashmore Asset Management Tekankan Hal Ini!
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Arief Wana buka-bukaan soal kondisi pasar yang masih bergejolak saat ini. Hal tersebut terjadi lantaran situasi geopolitik global masih belum jelas.
Oleh sebab itu, ia menekankan kepada pelaku pasar untuk tetap waspada dan juga mencari peluang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam kondisi seperti sekarang, kewaspadaan dinilai sangat penting, karena dia melihat banyak ketidakpastian di tengah situasi geopolitik saat ini. Salah satunya terkait harga minyak.
"Jadi mohon maaf saya tidak bisa dengan lantang bicara bahwa saya ini sangat positif dan saya ini sangat optimis, karena memang situasi yang kita alami sekarang ini terlalu banyak ketidakpastian," ujarnya dalam Seminar SMBC Indonesia Economic Forum 2026, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, harga minyak sudah meroket dari Februari, terutama di trigger oleh perang dari Iran, Israel dan juga Amerika. Kenaikan ini dinilainya sangat berdampak negatif ke Indonesia.
Apalagi ia melihat banyak negara besar yang sudah tidak lagi mematuhi sebuah kedaulatan. Sehingga tanda-tanda harga minyak bisa kembali normal sangat sulit. Oleh sebab itu, pelaku pasar pun saat ini dinilai harus jeli mencari peluang dari adanya kenaikan harga minyak.
"Harga sudah sangat tinggi dan ini memang mempunyai dampak yang tidak begitu positif untuk negara seperti Indonesia. Untuk merubah ini butuh waktu yang cukup lama. Jadi kita melihat bahwa ini adalah sesuatu fenomena yang kita harus alami. Untuk itu bagaimana kita harus melihat opportunity dari investment dengan kenaikan oil prices," ucap Arief.
Ashmore Asset Management Indonesia juga telah melakukan beberapa simulasi dan melihat beberapa oil shock yang terjadi hampir 45 tahun terakhir. Hasilnya, butuh waktu antara 6 sampai 7 bulan untuk oil prices bisa kembali normal.
"Jadi kami dari Ashmore kita melihat bahwa oil prices ini sulit untuk balik ke 50 atau 60 dolar. Nah ini menurut saya sangat penting untuk melihat bagaimana kita menanggapi juga investasi apa yang ke depan yang berkaitan karena dengan oil shock ini," terangnya.
Adapun salah satu peluang investasi yang bisa diambil dari adanya kenaikan harga minyak ujarnya yakni US dollar bond. Terlebih ia melihat bahwa safe haven saat ini bukan lagi di emas selama geopolitical risk sangat tinggi.
"Jadi orang-orang sudah tidak melihat safe haven, mereka itu semuanya inginnya asset yang memberikan yield lebih tinggi. Yaitu salah satunya adalah US dollar bond atau 10 yield bond yang cenderung untuk naik," pungkasnya.
(dpu/dpu) Add
source on Google