Pantau 1.500 Lebih Bank, LPS Siapkan Sistem Ini

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 13:20 WIB
Foto: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan membuat sistem yang dapat menginformasikan data secara realtime. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan hal itu bertujuan meningkatkan keakuratan data perbankan yang berkaitan dengan pinjaman dan resolusi.

"Jadi kami akan membuat suatu data atau informasi data yang kami kelola secara real time. Ini tentu akan bisa meningkatkan akurasi, validasi data dalam rangka pinjaman dan resolusi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Anggito memaparkan, peningkatan akurasi dan validasi data diperlukan untuk keamanan dana nasabah karena saat ini LPS menjamin lebih dari 1.500 bank.


"Kami sekarang memantau 1.594 bank (terdiri dari) bank umum, bank syariah, bank daerah, bank digital dan termasuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat)," sebutnya.

Selama ini, kata Anggito, dalam rangka untuk pendeteksian data atau kinerja memakan waktu sekitar 1 bulan. Durasi tersebut dinilai kurang efektif dan efisien dalam menangani persoalan perbankan.

"Kami juga sekarang menengarai gugatan hukumnya cukup tinggi. Sekarang kita menangani sekitar 20 kasus yang pada umumnya berasal dari dispute mengenai data tersebut. Khususnya BPR-BPR itu akurasinya kurang memadai sehingga kami harus melayani beberapa gugatan-gugatan yang masuk," jelasnya.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Kaji Aturan Universal Banking Perluas Bisnis ke Pasar Modal