Dolar Rp 17.600/US$, Gubernur BI: Rupiah Masih Stabil

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 18/05/2026 14:32 WIB
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo menghadiri rapat kerja Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih stabil.

Meskipun secara nilai telah menembus level Rp 17.660/US$, Perry menekankan, secara gejolak atau volatilitas, kurs rupiah masih mengalami perubahan sekitar 5,4%.


"Kami cek tadi di dalam year to date sampai sekarang 5,4% yang mana sebenarnya masih stabil," kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Perry mengatakan, BI memang tidak pernah melihat secara khusus level atau nilai tukar rupiah teradap dolar AS pada angka tertentu, menurutnya yang penting bagi BI ada stabilitas pergerakannya.

"Stabilitas nilai tukar rupiah bukan tingkat nilai tukar rupiah kita bicara stabilitas, bukan level. Nah yang kami dekati sekarang adalah yang kita sebut stabilitas, itulah volatilitas nilai tukar yang averagenya 20 hari," tegas Perry.

Sebagaimana diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah pada pukul 10.20 WIB melemah 1,15% ke level Rp17.660/US$. Tekanan tersebut lebih dalam dibandingkan posisi pembukaan pagi ini, ketika rupiah dibuka melemah 0,97% di posisi Rp17.630US$.

Posisi rupiah saat ini juga semakin menjauh dari penutupan perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026), sebelum libur panjang. Saat itu, rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.460/US$.

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan masih kuatnya dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau menguat 0,07% ke level 99,353.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan