Prabowo Cerita Kepala BPKP Izin Periksa Penyelewengan Orang Dekatnya

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 18/05/2026 06:55 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat dalam acara Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Sabtu (16/5/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berbagi cerita perihal dilema yang dihadapi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Suatu hari, Kepala BPKP mendatangi dirinya untuk meminta arahan.

Menurut cerita Prabowo, saat itu, Kepala BPKP mengaku tengah memeriksa pejabat yang diduga melakukan penyelewengan dan memiliki kedekatan dengan Presiden.


"Kepala BPKP datang ke saya agak gemetar, heran saya, kenapa? Stres dia Pak, karena yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya. Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan? Karena dia tahu ini dekat sama Presiden," kata Prabowo di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).

"Dia lihat saya, masalahnya apa? Bagaimana Pak, petunjuk. Teruskan pemeriksaan, tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa," paparnya.

Prabowo pun dengan tegas memerintahkan Kepala BPKP untuk meneruskan pemeriksaan, sekalipun yang bersangkutan merupakan orang dekatnya.

"Teruskan pemeriksaan, tidak ada mau orang Prabowo deket sama saya kalau ada indikasi, terus periksa," tegasnya.

"Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga. Bukan diberi wewenang, kepercayaan, malah merasa adigang, adigung, adiguna, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh," tambahnya.

Dia pun mengaku sedih karena masih ada pihak-pihak yang mencoba bermain dengan kekuasaannya. Prabowo juga heran mengapa ada pihak yang masih menyalahgunakan bermain di era digital saat ini.

"Saya heran hari gini masih ada nyoba-nyoba di aparat ya saya heran sekarang ada digital ada macam-macam sekarang pasti ketahuan deh ya. Saya sedih, diujung puncak karir yang paling saya sedih adalah anak dan istri," ungkapnya.

Kendati demikian, dia menegaskan kepada Kepala BPKP M. Yusuf Ateh agar semua perkara dapat diteruskan tidak memandang jabatan dan statusnya. Sekalipun orang yang bersangkutan berasal dari partai Gerindra, Prabowo meminta BPKP tetap memprosesnya. Bahkan, Prabowo mengaku sudah ada beberapa kadernya yang diproses hukum.

Prabowo pun tidak peduli sekalipun jenderal atau mantan jenderal mereka harus tetap membuktikan kepada rakyat bahwa mereka bisa bertanggung jawab.

"Teruskan, tidak ada siapapun begitu menjabat jabatan negara berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Ga ada, saya sendiri katakan mau partai saya sendiri Gerindra cek sudah berapa yang di proses dan justru harus memberi contoh," katanya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ekonom Ungkap Nasib Rupiah Jika Perang Sampai Akhir Tahun 2026