Maaf IHSG! Wall Street Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 50.000

sef, CNBC Indonesia
Jumat, 15/05/2026 06:50 WIB
Foto: Patung Fearless Girl menghadap Bursa Efek New York pada 2 Juli 2024, di New York. Sebagian besar saham global melemah setelah indeks acuan berakhir lebih tinggi di Wall Street. (AP Photo/Peter Morgan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis (15/5/2026) waktu setempat. Ini didorong lonjakan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta optimisme pasar terhadap membaiknya hubungan dagang AS-China.

Indeks S&P 500 melonjak 0,8% dan menembus level 7.500 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sementara itu, Nasdaq naik 0,9% ke rekor tertinggi baru di level 26.635.


Indeks Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,75%. Bahkan, kembali menembus level psikologis 50.000 untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang Iran pada Februari lalu.

Mengutip Trading Economics, secara rinci, reli pasar dipimpin saham-saham teknologi, khususnya sektor AI. Saham Cisco Systems melonjak 13,4% setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya.

Sementara itu, NVIDIA naik 4,4%, memperpanjang reli bulanan menjadi sekitar 15%. Kenaikan Nvidia terjadi setelah pemerintah AS memberikan izin kepada 10 perusahaan China untuk menerima chip AI H200 buatan Nvidia.

Kebijakan tersebut diumumkan di tengah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing bersama sejumlah CEO perusahaan teknologi besar AS. Pasar menilai langkah tersebut sebagai sinyal mencairnya ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing yang selama ini membebani sektor semikonduktor global.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington dan Beijing tengah menjajaki mekanisme percepatan persetujuan investasi tertentu dari China ke AS. Selain itu, kedua negara juga membuka peluang pengurangan tarif terhadap sejumlah barang non-strategis.

Pernyataan tersebut meningkatkan optimisme investor bahwa hubungan ekonomi dua negara terbesar dunia mulai memasuki fase lebih stabil. Sebelumnya, perang dagang dan pembatasan teknologi menjadi pusaran konflik keduanya.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Eksportir Ikan Pusing, BBM Naik Bikin Biaya Operasional Meroket