MSCI Jadi Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Ini Buat Cari Cuan
Jakarta, CNBC Indonesia —Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,68% ke level 6.858,90 pada perdagangan Selasa (12/5).
Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp799,25 miliar di pasar reguler dan Rp931,89 miliar di seluruh pasar.
Sejumlah saham yang menjadi penopang pergerakan indeks antara lain Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melesat 14,86%, Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) naik 4,30%, serta Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 0,63%.
Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang turun 15%, Astra International Tbk. (ASII) melemah 3,31%, dan Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang terkoreksi 3,80%.
Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor berada di zona merah. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan setelah turun 3,51%, sementara sektor basic industry justru memimpin penguatan dengan kenaikan 1,85%.
Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Dow Jones menguat 0,11% ke level 49.760, sementara S&P 500 turun 0,16% ke 7.400 dan Nasdaq melemah 0,71% menjadi 26.088.
Sentimen pasar domestik diperkirakan masih dibayangi tekanan setelah MSCI mengumumkan penghapusan sejumlah emiten dari indeks globalnya. Tercatat enam saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, yakni Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT). Khusus AMRT, saham tersebut dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.
Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes, termasuk Aneka Tambang Tbk. (ANTM), Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), hingga Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).
MSCI menilai struktur kepemilikan saham pada sejumlah emiten terlalu terkonsentrasi sehingga porsi saham beredar efektif dinilai terbatas. Kondisi ini tercermin pada BREN dengan tingkat konsentrasi kepemilikan mencapai 97,31% dan DSSA sebesar 95,76%. Kedua saham tersebut sebelumnya juga telah keluar dari indeks LQ45 dan IDX80.
Pelaku pasar menilai perubahan komposisi indeks MSCI berpotensi memicu arus keluar dana asing hingga akhir Mei. Hingga saat ini, investor asing tercatat membukukan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp48,48 triliun secara year to date.
Sementara itu, bobot Bank Central Asia Tbk. (BBCA), BBRI, dan Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) diperkirakan turun 0,001%, sedangkan Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berpotensi turun 0,003%. Seluruh perubahan akan berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei dan efektif mulai 1 Juni 2026.
Di tengah sentimen tersebut, kinerja XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menjadi perhatian pasar setelah perseroan membukukan rugi bersih Rp716,27 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari laba Rp388,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, pendapatan EXCL meningkat 37,41% secara tahunan menjadi Rp11,82 triliun. Beban perusahaan juga naik signifikan sebesar 61,71% menjadi Rp11,71 triliun, seiring masih tingginya biaya integrasi jaringan dan aset pascamerger dengan PT Smartfren Telecom.
Perseroan tetap mencatat normalized EBITDA sebesar Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA 46%, sedangkan normalized profit after tax tumbuh 254% secara tahunan menjadi Rp1,37 triliun. Secara teknikal, saham EXCL masih bergerak sideways pada kisaran Rp2.910 hingga Rp3.290.
Sementara itu, GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun menggunakan kas internal perusahaan. Posisi kas perseroan pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp22,73 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,13 triliun.
Apabila aksi buyback direalisasikan seluruhnya, posisi kas GOTO diperkirakan turun menjadi Rp19,23 triliun, sementara total aset dan ekuitas masing-masing berpotensi menjadi Rp43,27 triliun dan Rp25,32 triliun. Jumlah saham yang dapat dibeli kembali dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Hingga 30 April 2026, saham treasuri GOTO tercatat sebanyak 39,29 miliar saham atau setara 3,30%.
Aksi buyback tersebut akan dijalankan melalui Ciptadana Sekuritas Asia setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 18 Juni 2026. Program buyback dapat berlangsung hingga 12 bulan setelah persetujuan diperoleh.
Rekomendasi Saham Hari Ini
-
ADMR - Buy 1750-1760 | TP 1800-1825 | SL 1645
-
ISAT - Buy 2200-2220 | TP 2260-2300 | SL 2080
-
CDIA - Buy 990-1000 | TP 1025-1050 | SL 930
-
AGII - Buy 2900-2920 | TP 2990-3050 | SL 2750
-
TUGU - Buy 1145-1150 | TP 1180-1200 | SL 1090
(ayh/ayh) Add
source on Google