Efek MSCI Belum Usai, Pasar Dibayangi Outflow Rp 31 T Akhir Mei
Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Indonesia dibayangi potensi arus dana keluar asing jumbo setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dalam review Mei 2026.
Berdasarkan dokumen resmi MSCI, enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan rebalancing MSCI kali ini dapat memicu outflow pasif hingga US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun (asumsi kurs Rp17.500).
"Serupa dengan proyeksi kami sebelumnya namun telah disesuaikan dengan harga saham dan nilai tukar terbaru, kami memperkirakan akan terjadi arus dana keluar (outflow) sebesar US$1,8 miliar dari saham-saham konstituen MSCI Indonesia Standard Cap," tulis CGS dalam risetnya, dikutip Rabu (13/5/2026).
CGS menyebut saham yang paling berpotensi terdampak outflow adalah BREN, DSSA, CUAN, AMMN, dan TPIA.
Akibat perubahan tersebut, bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets Index diperkirakan turun dari 0,68% menjadi 0,57%.
CGS memperkirakan tekanan jual terbesar kemungkinan terjadi mendekati penutupan perdagangan 29 Mei 2026, saat rebalancing MSCI efektif berlaku.
Meski demikian, CGS menilai potensi kejutan negatif tambahan dari MSCI mulai berkurang karena pasar telah mengantisipasi perubahan tersebut sejak MSCI merilis data free float terbaru awal bulan ini.
MSCI sebelumnya memang menyoroti isu High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi di sejumlah emiten Indonesia. Isu tersebut menjadi perhatian investor global karena mempengaruhi penilaian free float dan aksesibilitas pasar Indonesia.
Sementara itu, MSCI juga mencoret 13 emiten dari indeks small cap.
Adapun saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index meliputi:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Seluruh perubahan tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
(mkh/mkh) Add
source on Google