MARKET DATA

Purbaya Siap Jelaskan Pelemahan Rupiah ke DPR

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
12 May 2026 16:33
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan siap menghadap pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait dengan pelemahan rupiah. Seperti diketahui hari ini rupiah melemah hingga menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS. Ini adalah level terendah sepanjang sejarah.

Hal ini menyusul pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS. Puan pun menyatakan DPR akan meminta penjelasan dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah untuk menjelaskan hal ini.

Kendati siap, Purbaya menegaskan bahwa urusan rupiah menjadi tanggung jawab bank sentral. Dia pun mengaku belum menerima undangan dari pimpinan DPR. 

"Belum, tapi kalau rupiah itu urusan bank sentral, bukan urusan kementerian keuangan ya. Mau dipanggil, iya kita siap," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

"Saya belum tau, belum ada undangannya. Tapi saya siap. Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa," paparnya. 

Purbaya mengaku akan mulai membantu Bank Indonesia untuk mengendalikan tekanan kurs rupiah. "Kita akan mulai membantu besok," kata Purbaya pagi ini.

Dia menegaskan, upayanya dalam membantu stabilitas kurs ialah dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga atau bond market, melalui dana stabilitas obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF).

"Mungkin dengan masuk ke bond market, itu yang BSF, tapi belum fund semuanya. Kita aktifin di instrumen yang kita punya di sini dulu, besok mulai jalan," paparnya.

Meski begitu, Purbaya mengaku menaruh kepercayaan penuh terhadap BI dalam menjaga stabilitas kurs, meskipun trennya terus melemah saat ini.

"Tugas Bank Sentral hanya satu kan, menjaga stabilitas nilai ditukar, dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di Bank Sentral," ujar Purbaya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dolar Tembus Rp 17.500, Purbaya Mulai Bantu BI Jaga Rupiah Besok


Most Popular
Features