Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1% Pagi Ini

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 12/05/2026 09:03 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau di tengah kecemasan investor mengenai pengumuman indeks MSCI hari ini, Selasa (12/5/2026).

IHSG dibuka di level 6.973,22 atau naik 1%. Sebanyak 343 saham naik, 127 turun, dan 489 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 406,8 miliar, melibatkan 1,04 miliar saham dalam 78.70 kali transaksi. 

Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.435 triliun. 


Sementara itu kondisi geopolitik masih belum stabil. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran kini "di ujung tanduk" setelah Teheran menolak proposal Washington untuk mengakhiri perang.

Iran menuntut penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan, dan pemulihan ekspor minyaknya. Teheran juga menegaskan kendalinya atas Strait of Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Trump menyebut respons Iran "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengatakan gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April kini sangat rapuh. Iran menegaskan tuntutannya sah, sementara Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa militer Iran siap merespons setiap agresi.

Kebuntuan ini mendorong harga minyak Brent Crude naik lebih dari 3% ke atas US$104 per barel. Arus kapal melalui Selat Hormuz menyusut drastis, memaksa produsen memangkas ekspor dan menekan pasokan global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar bersiap menghadapi pengumuman hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), di tengah kekhawatiran potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut.

MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan terhadap sejumlah indeks global, mulai dari MSCI Global Standard Indexes, MSCI Global Small Cap, MSCI Micro Cap Indexes, hingga MSCI Frontier Markets Small Cap Indexes. Sementara implementasi rebalancing akan efektif pada 29 Mei 2026.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, sembari menegaskan langkah reformasi pasar modal yang dilakukan regulator merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar.

"Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. Tapi Insya Allah long term gain," ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Ia mengakui MSCI sebelumnya telah melakukan freeze sehingga peluang masuknya saham baru ke indeks relatif terbatas, sementara saham-saham lama berpotensi mengalami penyesuaian.

OJK juga berharap Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market pada review MSCI berikutnya di Juni 2026, di tengah isu potensi penurunan status menjadi frontier market.

Menurut Friderica, kualitas keterbukaan informasi dan integritas pasar modal Indonesia terus mengalami perbaikan dan menjadi salah satu yang terbaik secara regional.

Senada dengan OJK, Bursa Efek Indonesia juga mengakui adanya potensi penurunan bobot Indonesia di MSCI dalam jangka pendek apabila tidak ada saham baru yang masuk indeks.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya