MARKET DATA

IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 1,6%, 556 Saham Naik

mkh,  CNBC Indonesia
11 February 2026 12:38
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi 1 ditutup naik 130,15 poin atau 1,6% ke level 8.261,89. Sebanyak 556 saham naik, 166 turun, dan 236 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 16,85 triliun, melibatkan 35,43 miliar saham dalam 2,05 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 15.017 triliun. 

Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 4,8 triliun. Seiring dengan transaksi jumbo tersebut, saham BUMI naik 12,9% ke level 280. 

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Bahan baku memimpin dengan kenaikan 3,61%. Lalu diikuti energi 3,32%, konsumer non-primer 3,22%, dan utilitas 3,02%.

Sementara itu saham konglomerat kembali menjadi penggerak utama. Tiga teratas saham yang mengerek IHSG adalah Barito Pacific (BRPT) dengan bobot 13,77 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 9,65 indeks poin, dan BUMI 8,31 indeks poin. 

Adapun pelaku pasar hari ini bakal fokus mencermati beberapa sentimen penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari target besar Danantara untuk BUMN, strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penyaluran kredit, hingga data terbaru soal ekonomi AS dan China.

Selain itu, situasi geopolitik di Timur Tengah juga jadi perhatian karena bisa berdampak ke harga minyak dunia. Isu-isu ini bakal menentukan arah pasar keuangan kita ke depannya.

Isu terakhir yang menjadi perhatian utama pasar komoditas adalah peningkatan ketegangan di Selat Hormuz. Administrasi Maritim Amerika Serikat (MARAD) telah mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh kapal berbendera AS untuk menjauhi perairan Iran dan menolak izin bagi pasukan asing yang berupaya menaiki kapal.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul serangkaian insiden keamanan yang melibatkan kapal komersial dan militer Iran di wilayah tersebut, meskipun di saat yang sama terdapat upaya diplomasi nuklir yang sedang berlangsung.

Selat Hormuz memiliki peran strategis yang sangat vital bagi ekonomi global, mengingat sekitar sepertiga dari total minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut melewati selat ini.

Segala bentuk gangguan keamanan, blokade, atau konflik fisik di wilayah ini akan berdampak langsung pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak yang signifikan akan memberikan tekanan inflasi global dan memperberat beban subsidi energi bagi negara importir minyak, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, perkembangan situasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko eksternal terbesar yang perlu dimitigasi oleh para pelaku pasar.

Kendati demikian, lonjakan IHSG dan penguatan rupiah kemarin menjadi modal positif bagi pergerakan pasar keuangan Indonesia hari ini. Melemahnya indeks dolar juga menjadi kabar baik bagi rupiah dan bisa menopang penguatan lebih lanjut hari ini.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sesi 1 Turun 0,33%, Balik Arah Setelah Sentuh Level 8.443


Most Popular
Features