Ternyata Asing Belum Balik ke RI, Masih Jual Saham Rp2,3 T

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 07:50 WIB
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing sebenarnya masih mencatat aksi jual bersih jumbo di pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan 4-8 Mei 2026. Meski data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan net foreign buy Rp12,265 triliun, angka tersebut terdorong transaksi khusus terkait aksi korporasi pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Pinago Utama Tbk (PNGO).

Jika transaksi jumbo di dua saham tersebut dikeluarkan, asing justru tercatat net sell sekitar Rp2,4 triliun di pasar reguler selama sepekan lalu.

Tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham perbankan jumbo. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar mencapai Rp1,628 triliun.


Selain BMRI, investor asing juga ramai melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp501,5 miliar.

Berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar sepanjang pekan lalu: 

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp1,628 triliun
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp501,5 miliar
  3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp195,7 miliar
  4. PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp188,5 miliar
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp179,6 miliar
  6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp170,5 miliar
  7. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp168,1 miliar
  8. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp160,8 miliar
  9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp132,7 miliar
  10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) - Rp120,9 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis sepanjang perdagangan sepekan lalu di tengah volatilitas pasar dan aksi jual asing pada sejumlah saham big caps.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,18% sepanjang periode 4-8 Mei 2026 dari level 6.956,80 menjadi 6.969,39. Dalam sepekan, IHSG bergerak di rentang 6.921,60 hingga sempat menyentuh level tertinggi 7.207,07.

Meski penguatan IHSG relatif terbatas, aktivitas transaksi pasar meningkat cukup signifikan seiring dengan dua aksi korporasi di saham MAPI dan PNGO. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14% menjadi Rp23,05 triliun, sementara volume transaksi harian naik 23,57% menjadi 45,85 miliar saham.

Secara sektoral, sektor infrastruktur menjadi sektor dengan kinerja terbaik setelah melesat 5% sepanjang pekan lalu. Sektor keuangan juga naik 1,97% seiring reli saham bank jumbo.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Fokus Perkuat Jaga Sektor Keuangan & Nilai Tukar Rupiah