Kejagung Ternyata Pegang Saham 17 Emiten, Ini Daftarnya

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 08/05/2026 17:15 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan RI tercatat menggenggam sejumlah saham emiten di pasar modal Indonesia dalam jumlah signifikan.

Kepemilikan saham tersebut terungkap melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Kejagung diketahui menggenggam sejumlah saham diberbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, properti, perdagangan, hingga telekomunikasi.

Keberadaan unsur penegak hukum seperti Kejagung dalam kepemilikan suatu saham tentu menjadi unik.


Hal ini tidak terlepas karena banyaknya kasus di pasar saham yang menyebabkan aset pemiliknya disita, dalam hal ini berbentuk saham.

Salah satu kasus besar yang menyedot perhatian tentu saja milik Benny Tjokrosaputro (Bentjok) yang menjadi terpidana di kasus Jiwasraya dan Asabri. Aset Bentjok yang disita nilainya mencapai Rp 2,4 triliun dan beberapa di antaranya dalam bentuk kepemilikan saham.

Berdasarkan data yang diperoleh, saham dengan porsi kepemilikan terbesar berada pada PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI). Kejaksaan Agung menggenggam sebanyak 6.537.394.329 lembar saham atau setara 75,25% dari total saham perseroan.

Selain itu, terdapat pula kepemilikan besar pada PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) sebanyak 53.402.869.905 lembar saham atau 47,14%.

Kemudian PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) sebanyak 2.927.061.900 lembar saham atau 38,01%.

Pada emiten properti, Kejagung menggenggam PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL), sebanyak 625.918.824 lembar atau 26,73%. Sementara pada PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) sebanyak 5.479.895.094 lembar saham atau 24,67%.

Kepemilikan signifikan lainnya terdapat pada PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) sebanyak 413.516.733 lembar saham atau 20,34%. Kemudian PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) sebanyak 8.194.842.171 lembar saham atau 18,18%, serta PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) sebanyak 2.554.310.600 lembar saham atau 16,62%.

Selanjutnya, di emiten PT Siwani Makmur Tbk (SIMA), saham yang digenggam mencapai 53.344.500 lembar saham atau 12,05%. Sedangkan pada PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), jumlah saham yang dimiliki mencapai 3.306.907.460 lembar saham atau setara 9,84%.

Selanjutnya, Kejaksaan Agung juga tercatat memiliki saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) sebanyak 526.952.895 lembar saham atau 5,85%. Pada PT Cahaya Permata Sejahtera Tbk (UNIT), kepemilikan mencapai 3.690.100 lembar saham atau 4,89%.

Di sektor telekomunikasi, Kejagung menggenggam saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencapai 1.235.421.231 lembar saham atau 3,35%. Kemudian PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) sebanyak 91.398.700 lembar saham atau 2,84%.

Selain itu, terdapat pula kepemilikan pada PT Sugih Energy Tbk (SUGI) sebanyak 511.628.140 lembar saham atau 2,06%, PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) sebanyak 85.772.998 lembar saham atau 1,52%, serta PT Polaris Investama Tbk (PLAS) sebanyak 35.062.335 lembar saham atau 2,96%.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasar Sepatu Tembus USD400 M, RI Perlu Punya Industri Pendukung