Internasional

Jepang Habis-habisan, Bakar Rp 1 Kuadriliun Demi Selamatan Mata Uang

sef, CNBC Indonesia
Jumat, 08/05/2026 11:30 WIB
Foto: Yen (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang telah menghabiskan sekitar 10 triliun yen atau sekitar US$64 miliar (Rp 1,024 kuadriliun) sejak pekan lalu menyelamatkan yen. Hal ini terungkap dari laporan media lokal, yang mengutip perkiraan pasar berdasarkan data bank sentral, Bank of Japan (BoJ).

Intervensi pasar dilaporkan dimulai pada 30 April ketika mata uang Jepang melemah hingga mendekati 160 yen per dolar, terendah dalam hampir dua tahun. Sejak itu terjadi beberapa lonjakan pada nilai tukar, memicu spekulasi tentang langkah lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Yen sendiri telah melemah akibat kenaikan harga minyak imbas Perang Iran serta selisih antara suku bunga Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Jumat pagi, yen diperdagangkan 157 yen per US$1.

Terakhir kali otoritas Jepang melakukan intervensi adalah pada Juli 2024. Ketika yen mendekati 162 per dolar, di mana otoritas menghabiskan sekitar 5,5 triliun yen.

Meski demikian, pejabat mata uang tertinggi Jepang, Wakil Menteri Keuangan Urusan Internasional Atsushi Mimura, menolak berkomentar. Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi pemerintah.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan berada di Jepang pekan depan untuk membahas masalah mata uang dan hal-hal lain, menurut laporan harian Nikkei. Bessent kemudian dijadwalkan untuk bergabung dengan Presiden AS Donald Trump di China, merujuk laporan tersebut, mengutip sumber diplomatik AS dan Jepang.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga