Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Q1, Konsumsi Rumah Tangga Motornya!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 05/05/2026 11:27 WIB
Foto: Kepala BPS, Amalia A. Widyasanti dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026.

Adapun, pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I-2026, 4,87% (yoy) dan lebih tinggi juga dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026. Dari penelusuran CNBC Indonesia, pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal III-2022.


Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi ini terutama ditopang oleh konsumsi masyarakat.

"Seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif. Kontribusi terbesar konsumsi RT sebesar 54,36% dan tumbuh 5,52%," ujarnya.

Amalia menuturkan konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong momen hari besar keagamaan dan mobilitas masyarakat. Subkomponen rumah tangga didorong pertumbuhan restoran dan hotel yang tumbuh 7,38%, serta transportasi dan komunikasi tumbuh 6,91%.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I ini juga ditopang oleh PMTB. Komponen ini berkontribusi sebesar 28,29% atau tumbuh 5,96%.

"Total kontribusi keduanya adalah 82,65% terhadap total PDB," kata Amalia.

Dari sisi lapangan usaha pada kuartal 1-2026, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali tambang dan pengadaan listrik dan gas.

"Kontribusi besar industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan mencakup 53,2% dari PDB. Yang tumbuh tinggi penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% karena MBG dan libur nasional," ujarnya.

Sementara itu, transportasi dan pergudangan sebesar 8,04% Amalia mengungkapkan jasa lainnya tumbuh 9,91% karena meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Adapun, BPS mencatat jika dilihat sumber pertumbuhan pada kuartal I-2026 lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 1,03 basis poin. Selain itu, lapangan usaha perdagangan juga tumbuh 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin dan konstruksi 0,53 basis poin.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Neraca Dagang RI Maret Diramal Surplus Lagi Akibat Perang