BEI Setop Sementara Perdagangan 3 Saham Sekaligus, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), dan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC).
Suspensi pada ketiga dilakukan dengan alasan yang berbeda. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, khususnya bagi pemegang saham MSIE, NUSA, dan ZINC.
Suspensi dilakukan pada tanggal 5 Mei 2026 di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tulis manajemen BEI, Selasa (5/5/2026).
Sebagai informasi, BEI memberlakukan suspensi pada saham MSIE karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Sementara suspensi saham NUSA sehubungan dengan adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha (going concern) PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA).
Suspensi dilakukan di pasar negosiasi atau seluruh pasar. Sebelumnya telah dilakukan suspensi pada pasar reguler & tunai Periodic Call Auction, terhitung sejak Sesi IV Perdagangan Efek Periodic Call Auction pada Senin, 4 Mei 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Sedangkan suspensi pada saham ZINC mengacu pada Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00035/BEI/06-2025 tanggal 3 Juni 2025 Peraturan Bursa Nomor I-X tentang Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas pada Papan Pemantauan Khusus.
Selain itu, berdasarkan pengumuman bursa nomor Peng-UK-00019/BEI.PLP/05-2025 tanggal 2 Mei 2025 perihal Perubahan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus, dan Pengumuman Bursa nomor Peng-SPT-00005/BEI.PP3/04-2026 tanggal 2 April 2026 perihal Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC).
Sampai dengan 5 Mei 2026, ZINC Perseroan telah berada dalam Papan Pemantauan Khusus selama lebih dari 1 tahun berturut-turut.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]