MARKET DATA

Danantara Investasi US$1 M Buat Proyek Sampah Jadi Listrik di Jakarta

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
04 May 2026 19:55
TPST Bantar Gerbang.
Foto: Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/8/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan total proyek investasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) DKI Jakarta mencapai US$ 1 miliar.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan perhitungan tersebut berdasarkan pengolahan sampah 8.000 ton per hari.

"Jadi ini kalau, saya bicara 8.000 ya, kalau 8.000 ya investasinya kurang lebih US$ 1 billion ya," ujarnya di gedung Graha Mandiri Jakarta, Senin (4/5/2026).

Rosan menuturkan, pembangunan PSEL di Jakarta akan melebihi kapasitas 8.000 ton per hari. Hal itu dilakukan untuk mengolah sampah-sampah lama sehingga harapannya tempat pemrosesan akhir sampah di bantar gebang bersih tanpa harus melakukan pemilahan sampah.

"Bisa 10.000, bisa 12.000. Supaya sampah lamanya itu bisa keambil. Karena dengan teknologi yang baru ini sampah lamapun itu bisa keambil juga. Tidak hanya sampah baru saja," ungkapnya.

Rosan mengungkapkan, total sampah di DKI Jakarta saat ini sudah mencapai 60 juta ton dan masuk kategori daerah darurat sampah hingga menjadi perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Sekarang ini akan di segera ditindaklanjuti, dan rencananya memang akan dibuat dalam proses untuk dibangun," sebutnya.

Nantinya, sampah-sampah tersebut akan diambil oleh PT PLN (Persero) dengan tarif US$ 0,20 atau 20 sen per Kwh.

Ia menyebut, di DKI Jakarta akan ada 3 lokasi PSEL yang ditargetkan beroperasi pada 2028.

"Baik di Bantar Gebang maupun di Sunter atau satu lagi di itu satu lagi, ada tiga, tapi kita akan kaji mana yang lebih efisien dan lebih baik dan lebih cepat gitu ya, karena targetnya kita kalau ini kita proses ini paling nggak di tahun 2028 awal itu sudah bisa beroperasi," ungkapnya.

Rosan memastikan, dengan kecanggihan teknologi yang diterapkan dalam pengolahan sampah ini, selain pemrosesan lebih cepat juga ramah lingkungan.

"Jadi bisa langsung gitu, karena kita juga melihat environment-nya, kemudian masalah bau, masalah lahan. Kita juga sangat perhatikan itu semua," pungkasnya.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Lanjut Menguat di Atas 9.000, Bank BUMN Jadi Penopang


Most Popular
Features