Warren Buffett Sebut Pasar Keuangan Jadi Arena Judi

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 19:25 WIB
Foto: Warren Buffett. (AP Photo/Nati Harnik, File)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor legendaris Warren Buffett memperingatkan meningkatnya spekulasi di pasar keuangan, terutama terkait aset kripto dan prediction market. Peringatan ini disampaikan dalam rapat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Buffett menyoroti lonjakan aktivitas perdagangan jangka pendek serta taruhan berisiko di instrumen seperti kripto. Ia menilai perilaku pasar kini semakin menyerupai praktik perjudian, terutama di kalangan investor ritel.

Melansir CryptoProwl, Senin (4/6/2026), Buffett menyebut semakin banyak investor individu yang mengejar keuntungan cepat tanpa mempertimbangkan nilai fundamental. Ia bahkan menyebut bahwa kondisi pasar saat ini belum pernah sedemikian "bernuansa judi" dibanding sebelumnya.


Buffett secara khusus menyinggung perdagangan Bitcoin, saham meme, serta prediction market sebagai contoh fenomena tersebut. Ia menggambarkan pasar seperti "gereja yang memiliki kasino di sampingnya", menyoroti kontras antara investasi dan spekulasi.

Ia juga mengkritik keras maraknya perdagangan opsi jangka sangat pendek, seperti opsi satu hari. Menurutnya, instrumen tersebut hampir tidak memiliki keterkaitan dengan nilai bisnis atau investasi jangka panjang.

"Jika Anda membeli atau menjual opsi satu hari, itu bukan spekulasi, melainkan perjudian," ujar Buffett, yang dikenal sebagai Oracle of Omaha. Pernyataan ini mempertegas pandangannya bahwa sebagian aktivitas pasar saat ini telah melenceng dari prinsip investasi sehat.

Pandangan Buffett ini sejalan dengan kritik lamanya terhadap aset kripto yang dinilai tidak menghasilkan arus kas seperti bisnis pada umumnya. Ia menilai aset digital lebih dekat dengan spekulasi dibandingkan investasi jangka panjang.

Meski demikian, Buffett menegaskan kekhawatirannya tidak hanya terbatas pada kripto. Ia lebih menyoroti tren luas di mana pasar keuangan diperlakukan layaknya arena perjudian oleh pelaku pasar.

Buffett sendiri telah mundur dari posisi CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 setelah memimpin perusahaan tersebut selama 60 tahun. Kepemimpinan kini dilanjutkan oleh penerusnya di tengah perubahan dinamika pasar global.

Sementara itu, saham kelas B Berkshire Hathaway tercatat turun sekitar 8% dalam 12 bulan terakhir. Harga sahamnya berada di level US$473,01 per lembar, mencerminkan tekanan di tengah kondisi pasar yang semakin volatil.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Nasib Investasi Kripto Era Perang, Bitcoin Cs Masih Bisa Cuan?