Danantara Mau Sulap Ribuan Ton Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 19:20 WIB
Foto: Suasana gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WTE). Hal itu dilakukan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan menyebut, persoalan sampah di kota Jakarta sudah mencapai kategori darurat dan mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto. Sampah yang sudah menggunung di Jakarta perlu penanganan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Bahkan Jakarta ini mendapat perhatian khusus dari Bapak Presiden. Kami hampir, kalau beberapa minggu lalu, hampir tiap minggu ditelfon soal sampah, utamanya Bantar Gebang," ujarnya dalam agenda Penandatangan MoU PSEL antara Danantara dan Pemda di Graha Mandiri Jakarta, Senin (4/5/2026).


Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengungkapkan, kedaruratan sampah di Jakarta tercermin dari sampah yang mencapai lebih dari 9.000 ton per hari. Selain itu, pengelolaan sampah Jakarta sebagian besar masih bergantung pada Bantar Gebang yang menjadi tempat pemrosesan sampah akhir di kota tersebut.

"Timbunan sampah Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Saat ini 87% masih bergantung pada Bantar Gebang yang sudah jauh melebihi kapasitas. Kalau diukur Bantar Gebang itu, Pak Gubernur, seperti gedung 16-17 lantai," ungkapnya.

Pengelolaan sampah Jakarta dilaksanakan melalui instruksi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

"Perpres 109 tahun 2025 dimaksudkan untuk mempercepat penanganan darurat sampah perkotaan dengan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, sampah kita olah jadi listrik," sebutnya.

Dengan percepatan proses pemilihan badan usaha, kata Zulhas, Gubernur DKI telah mengusulkan dua lokasi PSEL yaitu di Bantar gebang dan Tanjungan Kamal Muara.

Ia menambahkan, penanganan sampah di Jakarta menjadi patokan sukses atau tidaknya proyek PSEL ini. Jika tertangani dengan baik, maka penanganan sampah di daerah lain pun akan berhasil.

"Karena kalau Bangar Gebang Jakarta nggak beres, walaupun beres seluruh Indonesia, kata orang sampah belum beres Pak Gubernur. Tapi kalau Bantar Gebang beres, yang lain belum beres, kata orang sampah sudah beres," pungkasnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Siapkan Rp 2,7 M Akuisisi 4 Manajer Investasi Himbara