Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 12:42 WIB
Foto: Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak galau antara zona hijau dah zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026).

IHSG mengawali perdagangan dengan kenaikan hingga 0,5%. Akan tetapi pada perdagangan intraday sesi pertama, IHSG berbalik arah dan turun tajam 1,04% sebelum akhirnya memangkas koreksi. Pada akhir perdagangan sesi pertama, IHSG melemah 0,15% atau 10,94 poin ke level 7.095,58.


Sebanyak 312 saham menguat, 340 melemah dan 161 lainnya tak bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 8,59 triliun yang melibatkan 17,17 miliar saham dalam 1.27 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar bursa terkoreksi menjadi Rp 12.709 triliun.

Saham emiten perbankan tercatat masih ramai diperdagangkan dengan transaksi di saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) mencapai lebih dari Rp 1 triliun dan transaksi di saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) nyaris mencapai Rp 830 miliar.

IHSG merosot seiring dengan aksi profit taking di saham Amman Mineral (AMMN). Saham emiten tambang Agoes Projosasmito dan Salim ini turun 3,70% ke level 5.200.

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin AMMN melesat naik 8% ke level 5.400. AMMN pun menjadi penjaga IHSG tidak ambruk terlalu dalam.

Pagi ini saham AMMN menjadi pemberat utama IHSG dengan bobot -4,56 poin.

Selain AMMN, tercatat nyaris seluruh emiten tambang emas terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Pun pasar di kawasan juga mayoritas mengalami koreksi. Indeks Nikkei di Jepang turun 0,5%, HSI -0,26%, ASX 200 -0,51%. Berbeda arah, Kospi di Korea naik 0,45%.

Adapun memasuki perdagangan Selasa (28/4/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Dari eksternal, fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) yang akan keluar hari ini.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar akan mengarah pada perkembangan pasar modal Indonesia, mulai dari hasil pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI, reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, hingga pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai prospek IHSG dan target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Baca:
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada AMMN hingga ARCI
Purbaya meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 28.000 pada 2029-2030. Menurutnya, proyeksi tersebut bukan hal yang mustahil jika ekspansi ekonomi Indonesia terus berlanjut hingga akhir dekade ini.

"Let's say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisalah 28.000 paling sial. Mereka bilang Purbaya gila," ujarnya.

Purbaya menilai proyeksi tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Ia membandingkan dengan periode sebelumnya, ketika IHSG sempat berada di level 400-an pada 2002 dan kemudian naik hingga sekitar 2.500 pada 2009. Artinya, dalam periode tersebut IHSG sempat melesat berkali-kali lipat.

Menurut Purbaya, peluang kenaikan besar IHSG tetap terbuka jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijaga tetap tinggi. Ia bahkan sebelumnya meyakini IHSG bisa mencapai level 10.000 pada akhir tahun ini, meski pasar keuangan masih dibayangi ketidakpastian global.

Optimisme tersebut juga dikaitkan dengan semakin besarnya partisipasi investor muda di pasar modal. Purbaya menyebut investor dari kalangan Gen Z telah mencapai sekitar 57%, sehingga menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang.

Di kesempatan yang sama, Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029. Menurutnya, pemerintah sudah mulai melakukan reformasi besar-besaran, termasuk di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Yang kita jalankan tidak main-main. Reformasi yang kita perbaiki, reformasi betulan. Tiga bulan pertama itu pajak saya tumbuh 20%, nanti akan lebih. Bea cukai juga ada reformasi, yang lain lanjut kita reformasi dengan cepat," kata Purbaya.

Dari sisi belanja pembangunan, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan ruang besar kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mempercepat program pembangunan, salah satunya melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Dengan percepatan program tersebut, Purbaya percaya pertumbuhan ekonomi 6% sudah berada dalam jangkauan pemerintah. Angka ini disebut sebagai modal awal untuk mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1% & Rupiah Ambles ke Rp 17.000/USD