MARKET DATA

Harga Minyak Mentah Terbang Lagi, Brent Tembus US$109/barel

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
28 April 2026 10:31
Iran kembali membuka jalur pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada Senin (20/4) setelah sempat menutup selat tersebut pada Sabtu (18/4). (REUTERS/Stringer)
Foto: Iran kembali membuka jalur pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada Senin (20/4) setelah sempat menutup selat tersebut pada Sabtu (18/4). (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia kembali menanjak pada perdagangan Selasa pagi (28/4/2026), saat pasar global masih menimbang risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Jalur laut strategis Selat Hormuz yang menjadi nadi perdagangan energi dunia masih jauh dari kondisi normal, sementara negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan terobosan.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga minyak Brent kontrak terdekat berada di US$109,46 per barel, naik dari penutupan sebelumnya US$108,23 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$97,38 per barel, menguat dari posisi US$96,37 per barel sehari sebelumnya.

Kenaikan ini memperpanjang reli tajam minyak sepanjang sepekan terakhir. Brent telah melonjak dari US$90,38 per barel pada 17 April menjadi US$109,46 per barel hari ini. Dalam delapan sesi perdagangan, lonjakannya mencapai lebih dari 21%. WTI bergerak serupa, dari US$83,85 menjadi US$97,38 per barel, atau naik sekitar 16%.

Melansir Reuters, pasar saat ini berfokus pada kebuntuan konflik AS-Iran. Reuters melaporkan Presiden Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri kebuntuan perang. Sumber Iran menyebut proposal tersebut belum menyentuh isu program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran Teluk mereda.

Situasi itu membuat arus energi dari kawasan Teluk tetap terganggu. Iran masih membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, sedangkan AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Selat Hormuz sendiri biasanya dilalui pasokan setara sekitar 20% konsumsi minyak dan gas global, sehingga setiap gangguan cepat memicu lonjakan premi risiko di pasar energi.

Informasi terkini pelacakan kapal juga menceritakan tekanan pasokan. Enam kapal tanker minyak Iran dilaporkan berbalik arah akibat blokade AS. Di sisi lain, sebuah kapal LNG yang dikelola Abu Dhabi National Oil Co berhasil melintas dan bergerak menuju India. Artinya, jalur tersebut belum sepenuhnya tertutup, tetapi kapasitas lalu lintasnya masih terganggu.

Sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu, sekitar 125-140 kapal melintasi Hormuz setiap hari. Kini angka itu merosot tajam. Meski nantinya tercapai kesepakatan damai, pasar belum tentu langsung tenang. Gangguan produksi, antrean kapal, persoalan asuransi, serta penyesuaian logistik bisa membuat pasokan pulih bertahap.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kapal Tanker AS Disita Venezuela, Harga Minyak Gak Bergerak


Most Popular
Features