MARKET DATA

Investor Hati-Hati! Empat Saham Ini Masuk Radar UMA

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
28 April 2026 08:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas empat saham sekaligus mulai Selasa, (28/4/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Keempat saham tersebut adalah PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML), PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC), PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) dan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC).

BSML tercatat naik 24,4% dalam sebulan terakhir. Sementara APIC 63%, SMMT 120,49%, dan EPAC 92,5%. 

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

Informasi terakhir mengenai BSML yang merupakan emiten pelayaran laut ini adalah informasi tanggal tanggal 20 April 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penyampaian bukti iklan informasi laporan keuangan tahunan.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BSML tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sama halnya dengan BSML, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham APIC karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal APIC tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 24 April 2026 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek (koreksi).

Di sisi lain, perusahaan SMMT juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan laporan bulanan aktivitas eksplorasi pada tanggal 10 April 2026.

Tak sampai di situ, bursa juga menyoroti perdagangan saham EPAC. Emiten ini terakhir melaporkan keterbukaan informasi pada 27 April 2026 perihal negosiasi rencana pengambilalihan Perseroan.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham Bank Mini & Asuransi Naik Tinggi, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini


Most Popular
Features