Gak Main-Main! Begini Syarat Insentif Pasar Modal dari Purbaya

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 06:55 WIB
Foto: Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi saat meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026). (Dok. OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan memberikan insentif bagi pasar modal Indonesia. Insentif tersebut baru akan diberikan jika Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR), berupa reksadana, berjalan sesuai rencana dalam enam bulan ke depan.

PINTAR adalah inisiatif Otoritas Jasa Keuangan yang diluncurkan pada hari ini, Senin (27/4/20260. Program ini untuk mendorong investasi reksa dana secara otomatis, rutin, dan terencana. Dalam praktiknya, program ini menargetkan investor muda dan ritel dengan teknik rupiah cost averaging untuk memitigasi risiko market timing.


Purbaya menyatakan dukungannya atas program ini yang merupakan salah satu upaya untuk memperdalam pasar modal dengan meningkatkan partisipasi investor domestik. Adapun, dengan basis investor lokal yang lebih kuat, pergerakan indeks saham diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas investor asing.

"Kalau programnya jalannya bagus, let's say enam bulan dari sekarang, boleh lah datang ke saya minta insentif," ungkap Purbaya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (28/4/2026).

Purbaya mengatakan insentif yang diberikan untuk pasar modal bisa saja berupa pengurangan pajak penghasilan (PPh). Sebelum mengelontorkan insentif, Purbaya bilang dirinya akan aktif menanyakan perkembangan program PINTAR ini kepada OJK untuk memastikan dana publik masuk dalam sistem reksa dana.

Purbaya mengakui pemberian insentif berpotensi menekan penerimaan negara dalam jangka pendek. Namun, dia menilai dampak jangka panjang lebih besar jika mampu mendorong aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, dia memastikan pemerintah akan mempertimbangkan skala dampak sebelum mengambil keputusan.

"Nanti saya lihat kalau sambil jalan ya kita kurangi income tax-nya misalnya. Dari situ dikurangi kan bisa bertahap. Karena saya berkepentingan di financial sector, kan uang dari situ bisa dipakai, bisa beli bonds, bisa beli ini. Itu akan menjalankan ekonomi juga pada akhirnya, mungkin saya sempat mikir rugi sedikit, tapi pada akhirnya saya untung karena ada uang tambahan yang bisa menggerakkan ekonomi," papar Purbaya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang