Top! Kredit Digital Bank Raya Tumbuh 29% di Kuartal I-2026

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 18:31 WIB
Foto: dok Bank Raya

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, hingga penguatan fundamental keuangan.

Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).

Di sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy).


Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi. Khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

"Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026," ungkap dia dikutip Kamis (23/4/2026).

Champion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya terus tumbuh mencapai sebesar Rp8,44 triliun yang didorong oleh pertumbuhan dana murah yaitu produk Giro dan Tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% yoy. Pertumbuhan dana murah berhasil didorong oleh Digital Saving yang tumbuh signifikan sebesar 63,9% (yoy) atau mencapai Rp2,30 triliun.

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital Bank Raya oleh masyarakat, seiring dengan upaya perseroan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital.

Bagus menambahkan Bank Raya terus menjaga momentum pertumbuhan di awal tahun 2026 melalui penguatan inovasi digital dan pengembangan produk yang berorientasi pada kebutuhan market dan nasabah.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang semakin inklusif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi ekosistem guna membuka peluang pertumbuhan baru di berbagai segmen," kata dia.

"Sejalan dengan visi kami sebagai bank digital utama yang memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas bagi masyarakat Indonesia, Bank Raya akan terus memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas pengalaman nasabah, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan finansial secara cepat, aman, dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat,"tambah Bagus.

Pencapaian kinerja Bank Raya sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas. Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.

Pada Kuartal 1/2026, kondisi likuiditas Bank Raya juga masih terjaga baik, terlihat dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang tercatat sebesar 81,64% dan rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) tercatat 442,55%, serta Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 164,71% di atas ketentuan minimum sebesar 100%. Dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,8% pada Maret 2026 Bank Raya tetap optimis akan dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital secara jangka panjang.

Untuk mendorong percepatan inklusi keuangan digital dan mendorong aktivitas bertransaksi di Aplikasi Raya, Bank Raya menghadirkan inovasi pada layanan digital saving melalui program apresiasi "Raya Poin". Program ini memberikan reward kepada nasabah yang meningkatkan saldo serta aktif bertransaksi melalui Aplikasi Raya selama periode program yang berlangsung hingga 31 Januari 2027.

Poin yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, seperti kupon undian, voucher, dan berbagai bentuk reward lainnya.

Selain itu, Bank Raya juga memperkuat ekosistem transaksi digital melalui optimalisasi fitur QRIS Tampil Bank Raya yang memudahkan nasabah, khususnya pelaku usaha, dalam menerima pembayaran secara cepat, praktis, dan terintegrasi. Melalui berbagai inovasi tersebut, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital di masyarakat dengan menghadirkan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah, menarik, dan bernilai tambah.

"Kami terus memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan produk yang relevan, peningkatan kualitas layanan, serta optimalisasi ekosistem digital untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," tutup Bagus


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300