IHSG Masih Tertekan, Intip 5 Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 08:48 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar laptop dan secangkir kopi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,24% ke level 7.541,61 pada perdagangan Rabu (23/04). 

Pergerakan indeks masih ditopang oleh penguatan sejumlah saham seperti ASII, MORA, dan BMRI. Namun, tekanan datang dari pelemahan DSSA, BREN, dan AMMN yang menjadi pemberat utama.

Aksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,04 triliun di pasar reguler dan Rp827,42 miliar di seluruh pasar. 


Dari sisi sektoral, tiga dari sebelas sektor ditutup di zona negatif, dengan sektor basic industry mencatat penurunan terdalam sebesar 0,68%. Sementara itu, sektor transportasi mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 4,76%.

Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,69% ke level 49.490, diikuti S&P 500 yang menguat 1,05% ke 7.137, serta Nasdaq yang naik 1,64% ke posisi 24.657. Sentimen positif dipicu oleh perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran yang memberikan kelegaan jangka pendek bagi pasar global.

Di sisi lain, pergerakan indikator pasar Indonesia di luar negeri menunjukkan hasil yang beragam. ETF EIDO mencatat kenaikan tipis 0,12%, sementara MSCI Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 0,79%, mencerminkan aliran dana asing yang masih fluktuatif.

Dari kabar emiten, Barito Renewables Energy (BREN) menargetkan peningkatan kapasitas panas bumi hingga mencapai 1 gigawatt (GW) pada akhir tahun ini. Hingga akhir 2025, kapasitas telah meningkat dari 886 MW menjadi 910 MW, dan kembali bertambah menjadi 926 MW setelah rampungnya proyek retrofit Wayang Windu pada awal 2026. Tambahan kapasitas juga berasal dari proyek Salak Binary dan retrofit Salak yang berkontribusi sebesar 7,7 MW, melampaui proyeksi awal.

Selain itu, aktivitas eksplorasi di prospek Hamiding pada akhir 2025 menunjukkan hasil positif dengan estimasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, memperkuat pipeline pengembangan energi panas bumi perseroan ke depan.

Sementara itu, Sinar Terang Mandiri (MINE) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60,25 miliar atau Rp14,75 per saham untuk tahun buku 2025, setara dengan 29,81% dari laba bersih. Dari total tersebut, pemegang saham pengendali akan menerima sekitar Rp48,67 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan kepada investor publik.

Perseroan juga menyisihkan Rp1,50 miliar sebagai dana cadangan, dengan sisa laba ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional serta rencana ekspansi. Hingga saat ini, manajemen belum mengumumkan jadwal resmi pembagian dividen kepada pemegang saham.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google