BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 07:55 WIB
Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM nonsubsidi masih terbatas. Adapun, kenaikan BBM nonsubsidi tersebut tidak akan mengganggu target inflasi tahunan.

Hal ini disampaikan Deputi Gubernur BI Aida S Budiman dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/4/2026). Menurut Aida, penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan muncul pada inflasi April 2026. Namun, dari hitungan BI, kontribusinya terhadap bobot inflasi tidak besar, yakni hanya sekitar 0,04%.


"BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu," kata Aida.

Dengan demikian, BI meyakini inflasi secara keseluruhan tahun pada 2026 hingga 2027 masih berada di kisaran sasaran. "Bila kita hitung secara keseluruhan pada tahun 2026 maupun 2027 proyeksi inflasi yang kami lihat tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5% plus minus 1%," kata Aida.

Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menambahkan laju inflasi domestik hingga Maret 2026 masih terkendali di level 3,48% secara tahunan (yoy/year on year). Laju inflasi ini masih berada dalam kisaran target BI.

"Alhamdulillah inflasi kita untuk bulan Maret ini 2026, inflasi IHK kita ini tercatat masih terjaga 3,48 persen year on year. Ini masih di dalam kisaran yang kita tetapkan," katanya.

Dia pun menuturkan kenaikan harga BBM akan berdampak pada harga barang dan jasa, baik secara langsung maupun melalui jalur distribusi dan biaya produksi. Di sisi lain, faktor global seperti kenaikan harga komoditas energi dan gangguan rantai pasok akan memberikan tekanan tambahan terhadap harga barang dan jasa.

Tekanan juga berasal dari risiko El Nino Godzilla yang dapat memicu kemarau panjang dan mengganggu pasokan pangan. Oleh karena itu, dia mengatakan BI telah mengerahkan seluruh kantor perwakilan di daerah untuk merespons potensi inflasi tersebut.

"BI melalui 46 kantor perwakilan dalam negeri ini siap merespons potensi tekanan inflasi dari global, khususnya dari kenaikan harga energi atau BBM," tegas Ricky.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inflasi Australia Bulan Februari Sebesar 3,7% YoY