Bunga Turun, BI Pede Penyaluran Kredit Bank Bisa Tembus 12% di 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo percaya diri, laju pertumbuhan kredit atau pembiayaan bisa mencapai kisaran 8-12% pada tahun ini.
Level batas atas itu tentu lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun lalu yang sebesar 9,69% secara tahunan, lebih rendah dari periode 2024 yang mampu tumbuh 10,39%.
"Pertumbuhan kredit 2026 bakal di kisaran 8-12% dipengaruhi sisi permintaan dan penawaran," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (22/4/2026).
Perry menjelaskan, faktor pendorong pertumbuhan kredit ke depan di antaranya ialah suku bunga kredit perbankan yang makin rendah saat ini.
Per Maret 2026, suku bunga kredit kata dia sudah bergerak ke level 8,76% atau turun 44 basis points dari periode sebelumnya. Lalu, suku bunga deposito turun lebih cepat menjadi 4,19% atau merosot 62 bps.
"Upaya tersebut dilakukan dengan koordinasi dalam mengurangi pemberian special rate yang kini sebesar 26,3% dari total DPK," ujar Perry.
Dengan rendahnya suku bunga kredit, Perry mengatakan, laju pertumbuhan kredit per Maret 2026 juga sudah makin tinggi menjadi 9,49% dari bulan sebelumnya 9,37%.
Tingginya pertumbuhan kredit ini menurutnya juga tak terlepas dari upaya bank untuk mengoptimalkan undisbursed loan yang kini masih sebesar RP 2.527,46 triliun atau 22,59% dari plafon kredit.
"Dari sisi penawaran kapasitas pembiayaan bank memadai DPK masih tumbuh 13,55% pada Maret 2026," papar Perry.
(arj/haa) Add
source on Google