Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang merupakan Emiten pengelolaan investasi minyak dan gas berhasil mengerek catatan laba bersih sebesar 10,1% (yoy) menjadi USD 15,26 Juta sepanjang tahun 2025 dengan pendapatan sebesar USD 49,3 Juta.
Direktur Keuangan Rahaja Energi Cepu, Adrain Hartadi mengatakan sepanjang tahun 2025, RATU mengandalkan 2 bisnis pengelolaan migas di Blok Jabung, Jambi dan Blok Cepu, Dimana lonjakan laba 2025 diperoleh dari efisiensi biaya produksi saat produksi cenderung menurun.
Di 2026, RATU menargetkan lonjakan kinerja seiring dengan kenaikan harga minyak di tengah gejolak perang sehingga upaya untuk menahan penurunan produksi terus dilakukan melalui pemeliharaan sumur (well services) hingga pergantian kompresor yang sudah tua.
Selain itu RATU juga telah berhasil mengakuisisi satu aset di Madura yang diharapkan dapat menopang kinerja di 2026?
Seperti apa tantangan dan strategi bisnis migas RATU? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), Adrain Hartadi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 22/04/2026)
Add
source on Google