Soal Rencana IPO Anak Usaha, Darma Henwa (DEWA) Buka Suara

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 21/04/2026 14:50 WIB
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Darma Henwa Tbk (DEWA) buka suara terkait pemberitaan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR). Manajemen menyampaikan, saat ini GMR masih dalam tahap eksplorasi, khususnya untuk proyek emas dan tembaga di Aceh.

Manajemen menjelaskan, pengembangan GMR ke tahap komersial merupakan rencana strategis jangka panjang Perseroan yang saat ini sedang dikaji secara internal termasuk mengenai besaran investasi dan sumber pendanaan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan terkait sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana (IPO), sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Manajemen mengaku, dalam rangka pengembangan kegiatan usaha GMR ke depan, Perseroan memperkirakan akan kebutuhan dan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan eksternal. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengkaji sejumlah opsi sumber pendanaan yang tersedia namun tidak terbatas pada IPO.


Namun, hingga saat ini, belum terdapat keputusan maupun langkah konkret terkait pelaksanaan IPO GMR.

"Seluruh opsi pendanaan masih dalam tahap kajian internal dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2026).

Perseroan masih mengkaji berbagai opsi termasuk dalam hal ini kebutuhan pendanaan untuk pengembangan GMG.

GMR saat ini masih dalam tahap eksplorasi emas dan tembaga sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan ketentuar yang berlaku," tutup manajemen.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Catat Ada 52 Penawaran Umum Ngantri Masuk Pasar Modal RI