IHSG Dibuka Terkoreksi 0,45% Respons Keputusan Baru MSCI
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pagi ini, Selasa (21/4/2026). Indeks dibuka turun 33,82 poin atau 0,45% ke level 7.560,28.
Sebanyak 237 saham naik, 92 turun, dan 309 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 219,59 miliar, melibatkan 528,20 juta saham dalam 44.244 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 13.504 triliun.
Saham Barito Renewables Energi (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tercatat mengalami tekanan jual paling tinggi di antara saham berkapitalisasi pasar besar pagi ini.
Pasar modal Indonesia hari ini akan mencerna pengumuman dari dari penyedia layanan indeks global MSCI. Diketahui, MSCI mengumumkan pembaruan terkait penilaian free float untuk sekuritas Indonesia dalam indeks globalnya per 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.
"MSCI mencatat adanya reformasi transparansi pasar modal yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia," sebagaimana dikutip dari pengumuman di situs resmi, Selasa, (21/4/2026).
Reformasi tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1% serta klasifikasi investor yang lebih rinci.
Selain itu, regulator juga memperkenalkan kerangka High Shareholding Concentration (HSC) dan roadmap peningkatan minimum free float menjadi 15%. MSCI saat ini tengah mengevaluasi cakupan, konsistensi, dan efektivitas kebijakan baru tersebut dalam konteks penentuan free float dan kelayakan investasi.
Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).
MSCI juga tidak akan melakukan kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi, termasuk dari small cap ke standard. Di sisi lain, saham yang diidentifikasi dalam kerangka HSC oleh otoritas Indonesia akan dikeluarkan dari indeks sesuai kebijakan global MSCI.
Lebih lanjut, MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Namun, data baru lainnya belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dipertimbangkan.
Langkah ini diambil untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas sembari memberikan waktu bagi evaluasi reformasi yang baru diterapkan. MSCI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia.
Ke depan, MSCI membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar terkait efektivitas kebijakan baru tersebut. Pembaruan lanjutan diharapkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan hari Selasa (21/4/2026) di tengah harapan akan penyelesaian konflik Timur Tengah, meskipun ketegangan antara Iran dan AS terus memanas.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,72% menjadi $88,07 per barel pada pukul 20.00 ET. Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 1,02% menjadi $94,51 per barel.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,58% sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan kecil bertambah 0,90%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,52%, sementara Topix sedikit lebih tinggi. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,20%.
Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.494, lebih tinggi dari penutupan terakhir indeks di 26.361,07.
Semalam di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,1% dan 0,2%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 70 poin, atau 0,2%.
Selama sesi reguler Senin, S&P 500 turun 0,24% dan ditutup di 7.109,14, sementara Nasdaq Composite turun 0,26% dan berakhir di 24.404,39, yang mengakhiri tren kenaikan 13 hari berturut-turut - tren positif terpanjang sejak 1992. Dow Jones Industrial Average kehilangan 4,87 poin, atau 0,01%, dan ditutup di 49.442,56.
(fsd/fsd) Add
source on Google