MSCI Akan Hapus Saham HSC, BREN & DSSA Bakal Didepak
Jakarta, CNBC Indonesia - Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah memberikan pengumuman yang menilai reformasi pasar modal Indonesia pada 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.
Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, salah satu langkah MSCI yang konsisten dengan perlakuannya terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain adalah menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Dengan begitu, saham Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) berpotensi dihapus dari indeks MSCI. Kedua saham itu termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis BEI dan KSEI.
Adapun BREN memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sebesar 97,31% sementara DSSA di 95,76%.
"Kami memperkirakan BREN dan DSSA akan dihapus berdasarkan ketentuan HSC paling cepat pada penyeimbangan ulang bulan Mei, meskipun waktu pastinya tidak dinyatakan secara eksplisit," kata Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]