MARKET DATA

Bos BI: Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Makin Tertutup

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
08 April 2026 12:02
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia Channel)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia Channel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo blak-blakan mengungkapkan ruang penurunan suku bunga acuan BI Rate ke depan makin tertutup.

Pernyataan ini ia lontarkan karena perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah memberikan dampak yang nyata terhadap gejolak perekonomian dan pasar keuangan global.

"Mengenai suku bunga meski BI Rate kami pertahankan 4,75%, tapi tampaknya ke depan ruangnya semakin lama semakin tertutup," kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Perry mengatakan, dampak perang itu terlihat dari makin tingginya imbal hasil dari surat berharga negara pemerintah AS, yakni US Treasury untuk tenor 2 tahun maupun 10 tahun.

Terutama dikarenakan defisit fiskal pemerintah AS mulai makin tertekan karena konflik di Timur Tengah itu telah membuat harga minyak dunia tinggi dan aliran modal asing makin banyak keluar dari negara-negara berkembang.

"Dan bagaimana terjadi penguatan dolar AS yang kelihatan di sana dan ini membuat kenapa memang dari sisi BI kami perlu mekalibrasi berbagai kebijakan yang kami lakukan," kata Perry.

(arj/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bunga Kredit Bank Tak Kunjung Turun, Bos BI: Lambat!


Most Popular
Features