MARKET DATA

Dude Herlino Terseret Kasus Dana Syariah Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Redaksi,  CNBC Indonesia
02 April 2026 15:41
Bareskrim Polri menggeledah Kantor Pusat Dana Syariah Indonesia di District 8 SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). (Dok. Bareskrim Polri)
Foto: Bareskrim Polri menggeledah Kantor Pusat Dana Syariah Indonesia di District 8 SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). (Dok. Bareskrim Polri)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Dana Syariah Indonesia (DSI) tengah menjadi sorotan usai adanya laporan dari ribuan lender yang dananya tidak bisa ditarik.

Kasus ini menyeret artis Dude Herlino yang sebelumnya sempat menjadi brand ambassador (BA) perusahaan tersebut. Dia dan istri, Alyssa Soebandono tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penipuan hingga penggelapan senilai Rp 2,4 triliun oleh PT DSI.

Seperti dikutip dari detikcom, Kamis (2/4/2026) Dude dan Alyssa tiba sekira pukul 10.05 WIB. Dude tampak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hijau. Sementara Alyssa dengan dress hitam. Mereka menyebut siap memberikan keterangan kepada penyidik.

"Undangan untuk ngasih keterangan terkait DSI ini dari Bareskrim pertama kali. Mungkin Bareskrim nanti butuh informasi dari kita, mudah-mudahan bisa bermanfaat," kata Dude kepada wartawan.

Terlepas dari hal tersebut, berikut merupakan profil sosok di balik fintech Dana Syariah Indonesia (DSI).

Pemilik DSI

Menurut situs resmi perseroan, Taufiq Aljufri tercatat sebagai Founder dan President Director perusahaan. Ia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman manajerial sebagai CEO dan direktur di berbagai perusahaan, serta pernah meraih penghargaan 2nd Best Entrepreneur pada 2006 dan 2007.

Taufiq juga merupakan pengajar di sekolah bisnis di Jakarta dan telah menjadi developer perumahan selama 10 tahun dengan membangun lebih dari 15 cluster. Dalam lima tahun terakhir, ia aktif di komunitas developer properti syariah dan mendirikan fintech P2P Danasyariah.id.

Nama Taufiq bersanding dengan beberapa nama co-founder dan pemegang saham lain, di antaranya Arie Rizal Lesmana sebagai co-founder dan Mery Yuniarni sebagai pemegang saham.

Melalui keterangannya di depan awak media pada Rabu, (19/11/2025), Ia menyebut bahwa pendirian Dana Syariah memiliki visi untuk meramaikan pasar keuangan syariah pada 2018. Selama 7,5 tahun beroperasi, perusahaan telah melayani lebih dari 40 ribu lender, di mana lebih dari 26 ribu lender dananya telah kembali beserta imbal hasilnya.

Hingga November 2025, perseroan mencatat tingkat kredit macet (TWP 90) sebesar 0,18%. Sementara jumlah aset keseluruhannya mencapai Rp131,69 miliar.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Kawal Pembayaran Dana Macet Lender Pinjol Dana Syariah Indonesia


Most Popular
Features