RUPST BTN Bahas Akuisisi Kredit Rp15,4 T, Ini Jadwalnya

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 09:35 WIB
Foto: Dok: BTN

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dijadwalkan untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Adapun salah satu mata acara rapat adalah permintaan persetujuan akuisisi porofolio kredit sebesar Rp15,43 triliun.

Mengacu pada keterbukaan informasi BEI, RUPST tersebut akan diselenggarakan pada Kamis, (23/4/2025). Setidaknya terdapat 11 mata acara yang akan dibahas dalam agenda tersebut.

Mata acara pertama adalah persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun buku 2025. Agenda ini juga mencakup pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris atas kinerja yang telah dijalankan sepanjang tahun buku 2025.


Mata acara kedua adalah persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. Selanjutnya, mata acara ketiga mencakup penetapan gaji atau honorarium beserta fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026 serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 bagi direksi dan dewan komisaris.

Mata acara keempat adalah penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan laporan keuangan PUMK tahun buku 2026.

Mata acara kelima mencakup pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya.

Mata acara keenam adalah persetujuan pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) perseroan. Sementara itu, mata acara ketujuh membahas penetapan kebijakan dan implementasi dual program dana pensiun BTN.

Mata acara kedelapan adalah persetujuan atas pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga yang merupakan lembaga jasa keuangan perbankan di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kegiatan usaha dan mendorong pertumbuhan portofolio kredit.

"Diperkirakan nilai transaksi tersebut adalah paling banyak sebesar Rp15,432 triliun atau sekitar 42,6% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 yang diaudit," sebagaimana dikutip Kamis, (2/4/2026).

Meski begitu, kepastian nilai transaksi akan ditentukan setelah proses uji tuntas (due diligence) oleh konsultan independen yang ditunjuk perseroan. Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi kepada pemegang saham, perseroan akan meminta persetujuan atas rencana transaksi tersebut dalam RUPST.

Mata acara kesembilan adalah perubahan anggaran dasar perseroan. Mata acara kesepuluh mencakup laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berwawasan sosial dan obligasi subordinasi tahun 2025, serta mata acara kesebelas terkait pengangkatan kembali anggota direksi dan perubahan susunan dewan komisaris perseroan.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Investor Jumbo Saat Perang Iran Vs AS Berlangsung Lama