Bursa Asia Lanjut Tancap Gas
Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Kamis, (2/4/2026) mengikuti pergerakan positif di Wall Street seiring pelaku pasar menanti pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Optimisme muncul di tengah harapan bahwa AS tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa "presiden rezim baru" Iran telah meminta gencatan senjata, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Teheran. Ia menambahkan bahwa AS akan mempertimbangkan tawaran tersebut jika Selat Hormuz kembali terbuka dan aman.
Trump juga sempat menyatakan kesediaannya untuk mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meski Selat Hormuz masih ditutup, menurut laporan media. Pernyataan yang berubah-ubah ini membuat investor mencermati arah kebijakan AS dengan lebih hati-hati.
Melansir CNBC.com, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,78%, sementara Topix menguat lebih besar yakni 1,01%. Di Korea Selatan, Kospi melonjak 1,33% dan Kosdaq naik 1,14%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,45% dan berada di jalur penguatan selama tiga hari berturut-turut. Kontrak berjangka Hang Seng Index juga sedikit naik ke posisi 25.301 dibandingkan penutupan terakhir di 25.294,03.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham bergerak tipis dengan S&P 500 dan Nasdaq-100 berada sedikit di atas garis datar. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average futures naik 13 poin atau 0,03%.
Perdagangan semalam di Wall Street ditutup menguat, dengan S&P 500 naik 0,72% dan Nasdaq Composite melonjak 1,16%. Adapun Dow Jones Industrial Average turut menguat 0,48%, mencerminkan sentimen positif investor global.
(mkh/mkh) Add
source on Google