MARKET DATA

Emiten Bioskop CGV (BLTZ) Balik Rugi Jadi Laba, Ternyata Gara-Gara Ini

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
31 March 2026 14:10
Pengunjung membeli tiket saat akan menonton bioskop di CGV Central Park, Jakarta, Kamis (16/9/2021). Pemerintah telah mengumumkan bioskop boleh kembali beroperasi untuk wilayah yang berada di level 2-3 PPKM di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali. Pemprov DKI Jakarta hari ini melakukan uji coba pembukaan bioskop selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Uji coba dilakukan di seluruh bioskop di Jakarta. Pembukaan bisokop tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung yang datang harus menyiapkan aplikasi dan akun PeduliLindungi. Saat akan masuk, ada ketentuan scan QR Code di pintu masuk Platinum, kemudian klik check-in. Begitu pun saat keluar pengunjung harus meng-klik check-out di aplikasi. Selain menggunakan aplikasi PeduliLindung pengunjung yang datang wajib sudah vaksin dua kali, berusia 12 tahun keatas serta maksimal kapasitas 50% tanpa makan dan minum di dalam ruangan. Aturan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1096 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3. Kepgub tersebut ditandatangani Gubernur Anies Baswedan pada 13 September 2021. Di bisokop yang berlokasi di Central Park ini, menayangkan beragam film favorit seperti Black Widow, Shang-Chi, Malignant, The Suicide Squad, Free Guy, Snake Eyes, Space jam, Stillwater, Hard Hit, Escape From Mogadishu, Blackpink : The Movie. Dari pantau di lokasi, pengunjung yang datang untuk menonton masih sepi. Pasa sore hari ini pengunjung yang menonton di dalam studio tidak lebih dari 10 orang. Sebelumnya pada tanggal 5 Juli 2021, bioskop sempat berhenti beroperasi menyesuaikan regulasi PPKM guna menekan jumlah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Suasan bioskop yang kembali beroperasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten pengelola jaringan bioskop CGV PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mencatat perbaikan kinerja dengan membukukan laba pada 2025, berbalik dari posisi rugi pada tahun sebelumnya.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, laba yang diatribusikan ke entitas induk perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp60,84 miliar. Sementara di tahun 2024, perseroan membukukan rugi sebesar Rp71,27 miliar.

Dari sisi kinerja utama perusahaan tidak mencatat lonjakan signifikan hingga mampu membalik rugi menjadi laba. Pendapatan perusahaan naik 7,69% yoy menjadi Rp1,26 triliun dan beban pokok pendapatan ikut meningkat 3,94% yoy menjadi Rp697,11 miliar. Alhasil laba bruto naik 11,59% yoy menjadi Rp 560,79 miliar. 

Pendapatan perseroan dikontribusi oleh segmen bioskop sebesar Rp768,96 miliar. Kontribusi segmen makanan dan minuman sebesar Rp406,66 miliar serta acara-acara dan iklan Rp82,28 miliar.

Adapun pada 2024, perusahaan melaporkan rugi disebabkan oleh beban pajak penghasilan sebesar Rp 84,31 miliar. Pada tahun lalu beban pajak penghasilan susut menjadi Rp 18,74 miliar. 

Utamanya beban pajak penghasilan 2024 tinggi karena aset pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan, yakni senilai Rp 75,68 miliar. 

Dari segi permodalan, per Desember 2025, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp1,88 triliun, naik dari periode 31 Desember 2024 dengan perolehan Rp1,84 triliun.

Adapun liabilitas dan ekuitas perseroan tercatat sebesar masing-masing Rp1,43 triliun dan Rp450,73 miliar.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rukun Raharja (RAJA) Cetak Laba US$17,75 Juta pada Kuartal III-2025


Most Popular
Features