IHSG Pangkas Koreksi, Nyaris Ditutup di Zona Hijau

mkh, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 16:25 WIB
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikis koreksi pada akhir perdagangan hari ini, Senin (30/3/2026). 

Setelah sempat ambruk nyaris 2% pada awal perdagangan, IHSG menutup sesi 2 dengan penurunan 0,05% atau -3,25 poin ke level 7.093,81. 

Sebanyak 467 saham turun, 258 naik, dan 233 tidak bergerak. Nilai transaksi hanya Rp 9,89 triliun, melibatkan 15,89 miliar saham dalam 1,19 juta kali transaksi. 


Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang membuat IHSG gagal parkir di zona hijau. Sejak awal hingga akhir perdagangan, saham BBCA membebani IHSG dengan bobot lebih dari 20 poin.

Sementara itu, sejumlah saham konglomerat mencoba mengangkat IHSG. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 6,62% menyumbang 16,28 indeks poin. Selain itu emiten milik Toto Sugiri berkontribusi 9,42 indeks poin dan emiten milik Bakrie, Bumi Resources Minerals (BRMS) berkontribusi 7,47 poin. 

Kinerja IHSG hari ini bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia. Nikkei di Jepang turun 2,79%, Kospi di Korea -2,97%, dan Hang Seng di Hong Kong -0,81%. 

Adapun dalam kondisi saat ini, ruang kenaikan IHSG masih sangat terbatas karena belum adanya katalis positif yang kuat dari sisi global.

Pasar pada dasarnya menunggu clear signal seperti gencatan senjata di Timur Tengah, dibukanya kembali jalur energi utama seperti Selat Hormuz, serta penurunan harga minyak kembali ke bawah US$80 per barel.

Selama faktor-faktor tersebut belum terjadi, IHSG cenderung akan sulit untuk mengalami rebound signifikan karena tekanan eksternal masih mendominasi.

Eskalasi konflik sendiri kini memasuki fase yang lebih kompleks dengan munculnya risiko double chokepoint.

Jika sebelumnya pasar hanya fokus pada Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% minyak dunia, kini perhatian mulai bergeser ke Bab el-Mandeb setelah kelompok Houthi di Yaman mulai terlibat dalam konflik.

Jalur ini merupakan penghubung utama Asia-Eropa melalui Terusan Suez dan mencakup sekitar 6-12% arus perdagangan global. Jika kedua jalur ini terganggu secara bersamaan, maka sekitar 25-30% pasokan minyak global berpotensi terdampak, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan memperbesar kemungkinan resesi. Dalam skenario ini, harga minyak berpotensi bertahan tinggi (higher for longer).

Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi tekanan tambahan karena harga minyak yang tinggi berada di atas fiscal comfort zone yang idealnya di bawah US$80 per barel.

Dengan asumsi APBN menggunakan harga minyak US$70 per barel, setiap kenaikan US$10 dapat meningkatkan defisit sekitar Rp51,8 triliun.

Jika harga minyak mencapai US$100 per barel, tambahan subsidi energi diperkirakan mencapai Rp236 triliun, sementara tambahan penerimaan hanya sekitar Rp81 triliun, sehingga berpotensi menambah defisit hingga Rp155 triliun. Tekanan terhadap fiskal ini pada akhirnya turut membebani sentimen pasar saham domestik.

Di sisi lain, dinamika global juga dipengaruhi oleh kebijakan the Fed yang sejatinya bertugas menjaga inflasi dan lapangan kerja, namun secara tidak langsung juga berperan menjaga stabilitas sistem keuangan yang sangat bergantung pada likuiditas.

Sementara itu militer Israel menyatakan sedang menyerang berbagai target di ibu kota Iran, Tehran. Pemerintah Iran juga mengatakan infrastruktur energi mengalami kerusakan, namun media Iran melaporkan listrik telah pulih di sebagian besar wilayah Teheran dan kota terdekat, Karaj.

Sebuah universitas di kota Isfahan, Iran bagian tengah, menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya pada akhir pekan ini.

Di sisi lain, Israel menyatakan kebakaran di sebuah lokasi industri di bagian selatan negara itu-yang disebabkan oleh serangan Iran-telah berhasil dikendalikan, beberapa jam setelah sebelumnya menyatakan terjadi "insiden bahan berbahaya" di area tersebut. Foto yang telah diverifikasi menunjukkan sebuah jet militer Amerika Serikat mengalami kerusakan parah di sebuah pangkalan udara di Saudi Arabia.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran mengatakan pasukan mereka "menunggu" kehadiran pasukan darat Amerika Serikat untuk "menghujani mereka dengan api", setelah pengumuman AS bahwa sekitar 3.500 tentara berada di kawasan tersebut bersama kapal perang USS Tripoli.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BEI Bocorkan Ada 8 Perusahaan Antre IPO, 5 Perusahaan Jumbo