6 Konglomerat Asal Iran yang Kaya Raya Berkat Bisnis di AS
Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), ternyata ada beberapa konglomerat asal Iran yang membangun kekayaannya dan ikut mengembangkan perekonomian negeri paman Sam tersebut.
Di tengah dinamika politik global, para pengusaha ini justru menunjukkan bahwa ambisi bisnis mampu melampaui batas negara. Fenomena ini juga sejalan dengan meningkatnya jumlah miliarder kelahiran asing di AS, di mana daftar Forbes 2025 mencatat 125 miliarder imigran dari 41 negara yang membangun kekayaan di AS.
Salah satu nama teratas adalah Adam Foroughi dengan kekayaan US$15,8 miliar atau sekitar Rp266,86 triliun per Kamis, (26/3/2026). Ia merupakan CEO dan pendiri AppLovin, perusahaan teknologi pemasaran dan game mobile yang melantai di bursa pada 2021 dan kini bernilai pasar sekitar US$123,3 miliar atau setara Rp1.911 triliun.
Berikutnya, Behdad Eghbali memiliki kekayaan US$4,4 miliar atau sekitar Rp74,32 triliun dari bisnis private equity melalui Clearlake Capital. Perusahaan ini mengelola aset lebih dari US$90 miliar atau sekitar Rp1.395 triliun dan telah mengeksekusi ratusan investasi global.
Kamal Ghaffarian menempati posisi berikutnya dengan kekayaan US$2,5 miliar atau setara Rp42,22 triliun dari sektor energi dan luar angkasa. Ia mendirikan berbagai perusahaan seperti X-energy dan Intuitive Machines, serta menjual perusahaannya SGT senilai US$365 juta atau sekitar Rp5,66 triliun.
Satu-satunya perempuan dalam daftar ini adalah Maky Zanganeh dengan kekayaan US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,6 triliun dari sektor bioteknologi. Ia merupakan Co-CEO Summit Therapeutics dan berperan penting dalam penjualan Pharmacyclics senilai US$21 miliar atau sekitar Rp325,5 triliun.
Kemudian, Jahm Najafi memiliki kekayaan US$1,3 miliar atau sekitar Rp21,95 triliun melalui perusahaan investasi The Najafi Companies. Ia juga dikenal berinvestasi di berbagai sektor termasuk olahraga, dengan kepemilikan saham di klub NBA Phoenix Suns dan tim Formula 1 McLaren.
Terakhir, Joe Kiani mengantongi kekayaan US$1,2 miliar atau setara Rp20,26 triliun dari bisnis alat kesehatan melalui Masimo. Perusahaannya kini menjadi pemain global dalam teknologi medis dengan perangkat yang digunakan untuk lebih dari 200 juta pasien setiap tahunnya.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]