Bursa Asia Bergerak Bervariasi, Nikkei Stagnan-Kospi Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia dibuka bervariasi karena sentimen dari geopolitik Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump dan Senat Demokrat mencapai kesepakatan sementara untuk menghindari penutupan pemerintah AS.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak stagnan, sementara Topix mencatat kenaikan sebesar 0,22%. Bursa Australia juga dibuka menguat, dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,44%.
Sementara itu, indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 27.829, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.968,09.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,34%, namun indeks Kosdaq yang didominasi saham berkapitalisasi kecil justru melemah 0,25%.
Dari pasar berjangka AS, kontrak yang terkait dengan S&P 500 turun 0,16%, diikuti kontrak berjangka Nasdaq 100. Kontrak berjangka Dow Jones juga melemah 112 poin atau sekitar 0,2%.
Pada perdagangan Wall Street semalam, indeks S&P 500 ditutup melemah akibat tekanan dari saham Microsoft. Sedangkan Indeks S&P 500 turun 0,13% dan berakhir di level 6.969,01.
Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam sebesar 0,72% ke posisi 23.685,12. Berbeda dengan dua indeks tersebut, Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,11% atau 55,96 poin, dan ditutup pada 49.071,56.
Mengutip CNBC Internasional, Presiden Trump mendukung kesepakatan Senat untuk mendanai sebagian besar pemerintah federal selama sisa tahun fiskal. Hal itu cukup mengurangi ketidakpastian politik jangka pendek bagi para investor.
Para senator mencapai kesepakatan hanya dalam waktu satu hari sebelum penutupan sebagian pemerintah. Mereka setuju untuk menghapus pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) dari paket tersebut dan meloloskan lima RUU lainnya, sementara DHS akan didanai oleh dana sementara.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]