Soal Kabar Paket Calon Direksi BEI, Bos KPEI Iding Pardi Buka Suara

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 25/03/2026 15:17 WIB
Foto: Direktur Utama KPEI, Iding Pardi. (Dok. idclear)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode kepemimpinan baru 2026-2030. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan digelar untuk menentukan pimpinan regulator pasar modal Tanah Air.

Sejumlah nama kuat dari kalangan pasar modal, perbankan, hingga korporasi nasional muncul dalam tiga paket yang beredar sebagai calon direksi. Salah satunya, paket tim Iding Pardi.


Saat ini, Iding Pardi menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), yang merupakan lembaga penting dalam infrastruktur pasar modal yang bertanggung jawab atas kliring dan penjaminan transaksi bursa.

Beredar kabar tim Iding Pardi turut diperkuat oleh sejumlah nama yang memiliki latar belakang strategis, baik dari perusahaan sekuritas, lembaga pendukung pasar modal, hingga institusi pemeringkat kredit.

Adapun tim Iding Pardi antara lain, Zaki Mubarak yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT Elit Sukses Sekuritas, Yulianto Aji Sadono yang saat ini menjabat sebagai Kadiv Bursa Efek Indonesia (BEI), Umi Kulsum yang menjabat sebagai Direktur KPEI, Ahmad Subagja yang merupakan mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas.

Kemudian, Yohannes Liauw yang kini menjabat sebagai Direktur Pefindo Biro Kredit, dan Andre Tjahjamuljo yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Iding membenarkan informasi terkait paket calon Direksi tersebut.

"Insya Allah benar," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (25/3/2026).

Sayangnya, Iding belum dapat mengungkap lebih jauh terkait program prioritas serta visi dan misi yang akan dilakukan karena masih dalam proses perumusan.

"Detailnya sedang dirumuskan tim," ungkapnya.

Namun, Ia menekankan, pihaknya akan memperkuat tata kelola manajeman yang menjadi akar dari kepercayaan para pelaku pasar modal.

"Tapi yang jelas kami ingin governance (tata kelola) menjadi fondasi untuk kepercayaannya (trust) dan pertumbuhan (growth) pasar modal," pungkasnya.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Meroket Lebih 38% hingga IHSG & Rupiah Rontok Lagi