IKN Bebas Kabel Semrawut-Lubang Galian Bak Negara Maju, Ini Rahasianya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki keistimewaan yang tidak ditemukan daerah lain di Indonesia. Di IKN, kabel-kabel tidak berseliweran dan tak ada juga lubang galian. Apa rahasianya?
Ini karena IKN memanfaatkan jaringan infrastruktur terowongan bawah tanah dan jalanan atau disebut multi-utility tunnel (MUT). Kabel-kabel hingga jaringan fiber optik (FO) tadi masuk ke dalam jalur di bawah tanah sehingga utilitas tersebut tidak berserakan dan mengganggu pemandangan.
Fungsi utama MUT adalah menampung seluruh jaringan utilitas, mulai dari kabel listrik, fiber optik, pipa air, hingga gas, dalam satu saluran terpadu di bawah tanah. Dengan konsep ini juga pemeliharaan jaringan akan lebih mudah dilakukan tanpa harus menggali permukaan tanah yang berpotensi mengganggu lalu lintas.
Selain menciptakan efisiensi, MUT juga mendukung konsep IKN sebagai kota pintar yang modern, rapi, dan ramah lingkungan. Pemandangan kabel bergelantungan maupun kerusakan akibat penggalian di jalan bisa dihapuskan, sehingga wajah kota tampil lebih bersih dan berkelas.
MUT yang merupakan koridor saluran utilitas, terletak di bawah tanah untuk membawa saluran utilitas seperti air minum, saluran listrik, pipa hidran, jaringan gas, serta fiber optik (FO) telekomunikasi yang dibagi menjadi beberapa kompartemen. Penggunaan MUT juga menandai terobosan penting dalam infrastruktur perkotaan dengan memberikan solusi efisien bagi teknisi dalam melakukan perbaikan, pemeliharaan, atau penggantian jaringan dan perangkat utilitas.
Foto: Pemerintah memastikan estetika tata kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang secara matang sebagai bagian dari konsep kota pintar. (Instagram/ikn_id)Pemerintah memastikan estetika tata kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang secara matang sebagai bagian dari konsep kota pintar. (Instagram/ikn_id) |
Dengan terowongan ini, para teknisi dapat mengakses sumber daya dan jaringan yang terkumpul di dalamnya tanpa perlu melakukan pekerjaan galian di jalanan kota. Dalam konteks ini, pekerjaan perbaikan yang diperlukan menjadi lebih efisien, mengurangi gangguan dan dampak negatif yang biasanya disebabkan oleh aktivitas konstruksi di permukaan jalan, seperti kemacetan lalu lintas, kebisingan, dan gangguan terhadap aktivitas harian masyarakat. Melalui implementasi MUT, perawatan infrastruktur utilitas menjadi lebih efektif tanpa mengganggu kehidupan perkotaan.
Proyek MUT saat ini masih terus dibangun khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Lingkup pekerjaan WIKA meliputi pembangunan jalan sepanjang ±10,964 kilometer, konstruksi Multi Utility Tunnel (MUT), perkerasan jalan enam lajur, serta pembangunan jembatan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas yang efisien, kelancaran distribusi logistik pemerintahan, sekaligus integrasi utilitas bawah tanah yang berkelanjutan.
Selain memperkuat konektivitas kawasan inti pemerintahan, proyek ini juga memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan aksesibilitas antar zona strategis di IKN, percepatan pergerakan personel dan logistik pertahanan-keamanan, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pembangunan.
"Kehadiran jalan dan sistem utilitas terpadu ini diharapkan mampu menciptakan tata ruang yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan yang terintegrasi," ungkap Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (22/3/2026).
(wur/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Pemerintah memastikan estetika tata kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang secara matang sebagai bagian dari konsep kota pintar. (Instagram/ikn_id)