Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 21:10 WIB
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan kebijakan moneter Bank Indonesia terus ditempuh untuk makin memperkuat stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan salah satu caranya adalah dengan ekspansi likuiditas rupiah melalui penurunan posisi instrumen SRBI.

"Penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026," ucap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI pada Selasa (17/3/2026).


Susutnya SRBI tersebut diiringi oleh aksi Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Maret 2026) mencapai Rp86,16 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun.

"Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter," tutur Perry.


(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Tetapkan Obligasi SMF Jadi Underlying Asset Transaksi Repo