Dua Bank Besar Ini Dapat Lisensi Stablecoin di Pusat Bisnis Asia
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa perbankan global yakni HSBC dan Standard Chartered, diperkirakan akan menjadi penerima pertama lisensi penerbit stablecoin di Hong Kong. Hal ini berdasarkan laporan oleh South China Morning Post (SCMP) dan Bloomberg.
Mengutip The Block, Sabtu (14/3/2026), laporan tersebut menyebut kedua bank besar itu kemungkinan masuk dalam gelombang pertama persetujuan lisensi di bawah rezim perizinan baru di Hong Kong. Dalam kerangka aturan tersebut, setiap perusahaan yang ingin menerbitkan stablecoin di Hong Kong wajib memperoleh lisensi dari Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).
Baik HSBC maupun Standard Chartered termasuk di antara bank-bank penerbit uang kertas di kota tersebut, sebuah kelompok yang rencananya akan diprioritaskan oleh HKMA ketika memberikan lisensi stablecoin. Meskipun jadwal pasti untuk persetujuan belum final, lisensi dapat dikeluarkan sekitar tanggal 24 Maret.
HSBC belum memberikan tanggapan terkait kabar tersebut. Sementara itu, Standard Chartered menolak berkomentar, dan juru bicara HKMA juga menyatakan lembaganya tidak memberikan komentar atas rumor yang beredar di pasar.
Dorongan Stablecoin
Para pejabat Hong Kong sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa lisensi penerbit stablecoin pertama akan segera tiba. Dalam pidato anggaran 2026-2027 bulan lalu, Menteri Keuangan Paul Chan mengatakan pemerintah berencana untuk menerbitkan batch pertama lisensi penerbit stablecoin pada bulan Maret.
Kepala Eksekutif HKMA Eddie Yue juga mengatakan pada awal Februari bahwa regulator menerima 36 aplikasi di bawah kerangka kerja baru tersebut.
Rezim perizinan stablecoin merupakan bagian dari upaya Hong Kong yang lebih luas untuk memposisikan diri sebagai pusat kripto global. Sejak mengumumkan strategi kriptonya pada tahun 2022, pemerintah telah memperkenalkan sistem perizinan untuk bursa kripto dan menetapkan aturan yang mengatur stablecoin.
Hong Kong telah menguji kerangka peraturan melalui sandbox stablecoin yang diluncurkan pada tahun 2024, memungkinkan calon penerbit untuk bereksperimen dengan desain token di bawah pengawasan peraturan. Peserta termasuk usaha patungan yang dipimpin oleh Standard Chartered, Animoca Brands, dan Hong Kong Telecommunications.
(ven/haa) Add
source on Google