09:45
Video: Ekspansi Saat Perang, Tekstil RI Incar Pasar Australia-Afrika
Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak geopolitik global dunia imbas perang Iran Vs Amerika Serikat disebut Direktur PT Trisula International Tbk, Kevin Oen turut mempengaruhi industri manufaktur garmen, tekstil dan perdagangan ritel pakaian jadi.
Kevin Oen menyebutkan isu terkait perang Timur Tengah hingga tarif resiprokal AS masih menjadi sentimen yang menjadi perhatian industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Menghadapi ini, TRIS berfokus pada upaya memenuhi kewajiban dengan stakeholder sekaligus memperkuat produksi baik bahan baku berkelanjutan hingga perluasan pasar.
Saat ini efek dan tantangan dari gejolak ekonomi dan geopolitik global masih dapat diatasi oleh industri. Di 2026, TRIS masih berfokus ke pasar utama di Australia disusul AS, New Zealand, Jepang hingga Eropa serta bersiap untuk masuk ke pasar baru di Afrika.
Terkait pasar domestik, TRIS melalui anak usaha masih mencatatkan kinerja yang baik ditopang fokus produk ke segmen pasar medium-high sehingga masih memiliki pasar yang cukup kuat di dalam negeri.
Seperti apa dampak aturan tarif bea masuk 0% bagi produk tekstil RI ke pasar Ekspor? bagaimana juga dampak masuknya produk pakaian bekas cacahan (shredded worn clothing) dari Amerika Serikat (AS)? serta bagaimana strategi TRIS menjaga daya saing dengan produk impor di pasar global? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Direktur PT Trisula International Tbk (TRIS), Kevin Oen di Nation Hub,CNBCIndonesia (Jum'at, 13/03/2026)
Addsource on Google