Bos OJK Ungkap MSCI Sudah Terima Proposal Reformasi Pasar Modal RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jakarta Keuangan (OJK) baru, Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI) sudah memperoleh proposal reformasi pasar modal Indonesia. Namun, ia menyebut lembaga pemeringkat global itu tidak serta merta dapat menerimanya.
Hal ini disampaikannya saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test sebagai calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK di Komisi XI DPR RI kemarin, Rabu (11/3/2026).
"Kami sudah bertemu juga Bapak dengan mereka dan mereka kalau untuk MSCI mereka menerima proposal yang kita sampaikan. Namun demikian mereka tidak bisa serta-merta menerima namun melihat bagaimana konsistensi kita dalam pemenuhan proposal yang sudah kita ajukan," imbuh Friderica di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan tantangan bagi OJK adalah bagaimana memastikan pemenuhan proposal reformasi tersebut.
Tidak hanya kepada MSCI, Kiki mengatakan lembaga pemeringkat global lain seperti Fitch juga sudah mendapatkan proposal tersebut. Ia menyebut para pemeringkat global itu memberi apresiasi terhadap rencana OJK.
"Dan juga semoga ini juga bisa sama-sama kita ke depan yang sekarang outlooknya yang kemudian dari positif jadi negatif. Semoga ke depan kita dapat mempertahankan rating, kita bisa membalikkan lagi untuk Indonesia jadi lebih investable di masa yang akan datang," imbuh Kiki.
Adapun Komisi XI DPR RI telah menetapkan lima ADK OJK untuk periode 2026 sampai 2031 dari fit and proper test yang digelar hari ini. Tiga di antaranya akan mengisi jabatan Ketua DK, Wakil Ketua DK dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK periode 2022-2027 yang kosong sejak akhir Januari lalu.
Kiki, yang merupakan ADK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK periode 2022-2027. Setelah Mahendra Siregar mengundurkan diri pada akhir Januari lalu, Kiki menjadi pejabat sementara Ketua DK OJK.
Kekosongan sementara kepemimpinan OJK merupakan buntut dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mengalami trading halt dua hari, usai pengumuman MSCI. Akibatnya, indeks turun tajam hingga lebih dari 8%
(ayh/ayh) Add
source on Google