06:59
Video: IHSG,SBN & Rupiah Terancam Perang Iran, Bos MI Ungkap Bahayanya
Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan kepanikan di pasar keuangan imbas kekhawatiran terhadap dampaknya ke lonjakan harga minyak dunia, gangguan logistik dunia, lonjakan inflasi hingga perlambatan ekonomi global.
Koreksi yang terjadi di pasar keuangan khususnya IHSG, pasar obligasi dan Rupiah disebut CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra tidak lepas dari tekanan sejumlah isu mulai dari Perang Iran-AS hingga isu dalam negeri terkait penilaian lembaga rating global MSCI hingga Fitch Ratings terhadap ekonomi dan bursa saham RI.
Hal ini tercermin dari IHSG yang terus mengalami koreksi , yield SBN melonjak dari 6,4% menjadi 6,7% hingga Rupiah yang hampir menyentuh level Rp 17.000 per Dolar AS.
Seperti apa pelaku pasar melihat perkembangan situasi pasar keuangan RI hadapi volatilitas perang AS Vs Iran dan apa dampaknya ke Indonesia? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 10/03/2026)
Addsource on Google