ADB Kucurkan US$150 Juta ke Link Net (LINK), Duitnya Buat Ini

ayh, CNBC Indonesia
Selasa, 10/03/2026 10:55 WIB
Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank (ADB) mengumumkan pinjaman senilai US$150 juta kepada PT Link Net Tbk (LINK) untuk meningkatkan infrastruktur digital di Indonesia dan memperbaiki kualitas broadband.

Pembiayaan ini juga akan digunakan untuk memperkuat stabilitas Linknet dan memfasilitasi investasi lebih lanjut di pasar broadband fiber optik, sejalan dengan pergeseran strategisnya ke model bisnis-ke-bisnis.

"Dengan mendukung perluasan layanan infrastruktur digital Linknet, kami bertujuan untuk menyediakan akses yang inklusif dan adil serta membuka potensi ekonomi digital negara ini, yang diperkirakan mencapai US$366 miliar pada tahun 2030," ujar Bobur Alimov, Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, kepada CNBC Indonesia, Selasa (10/3/2026).


Kesepakatan ini akan membantu komunitas dan bisnis mengakses alat digital melalui investasi Linknet untuk memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH) nasionalnya, yang menyediakan internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah menggunakan kabel fiber optik, serta mengembangkan model grosir akses terbuka yang akan meningkatkan kualitas broadband, produktivitas, dan partisipasi dalam ekonomi digital-terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sejak 2015, industri broadband seluler Indonesia telah tumbuh pesat, namun adopsi, akses, dan harga produk broadband tetap, seperti jaringan fiber optik, masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah sedang mengembangkan kebijakan sektoral untuk menyederhanakan proses perizinan dan menstandarkan struktur biaya guna mendorong lanskap kompetitif bagi pemain broadband serat optik.

"Kami sangat antusias bermitra dengan ADB dalam proyek penting ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung ekonomi digital Indonesia," kata Kanishka Gayan Wickrama, Chief Executive Officer Linknet.

"Kesepakatan keuangan ini akan memungkinkan kami menyediakan layanan yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggan kami. Hal ini juga akan memungkinkan kami mengakses pembiayaan jangka panjang untuk selaras dengan pergeseran strategis dan operasional kami," lanjutnya.

Linknet sendiri adalah penyedia layanan broadband di Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Axiata Group Berhad, sebuah perusahaan telekomunikasi dan layanan digital yang berfokus pada layanan seluler dan broadband di Asia.

Sementara ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik. Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Efek Ngeri Perang AS-Iran,Rupiah & IHSG Bisa Anjlok Lebih Dalam